Gerakan Tukar Baju Jadi Solusi Kurangi Limbah Fashion
- 16 Jun 2026 08:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Komunitas Bumi Kita Lestari terus mendorong kesadaran lingkungan di kalangan anak muda melalui program Swap and Save, sebuah gerakan tukar pakaian yang bertujuan mengurangi limbah tekstil sekaligus menekan budaya konsumtif yang semakin meningkat di Kota Palu.
Co-Founder Bumi Kita Lestari, Dinda Munifah menjelaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap dampak industri fashion terhadap lingkungan. “Swap and Save berarti menukar baju untuk menyelamatkan bumi.
"Kami melihat budaya konsumtif anak muda cukup tinggi, sehingga pakaian yang masih layak pakai sering kali hanya menumpuk di lemari dan akhirnya menjadi limbah,” ujarnya.
Menurutnya, industri fashion menjadi salah satu penyumbang pencemaran lingkungan karena proses produksinya membutuhkan banyak sumber daya dan menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Kondisi ini semakin diperparah dengan tren membeli pakaian baru yang terus meningkat di kalangan generasi muda.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat menukarkan pakaian, celana, jilbab, maupun pakaian anak yang masih layak digunakan. Setiap pakaian yang diserahkan akan disortir terlebih dahulu sebelum ditukarkan dengan pakaian lain yang tersedia.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Dalam pelaksanaan terakhir, sebanyak 127 pakaian berhasil ditukarkan. Selain mengurangi limbah tekstil, kegiatan ini juga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pakaian baru tanpa harus membeli.
Ke depan, komunitas Bumi Kita Lestari berharap gerakan Swap and Save dapat menjadi budaya baru di Kota Palu. Melalui langkah sederhana seperti bertukar pakaian dan mengurangi kebiasaan belanja berlebihan, masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....