Anak-anak GPPS Palu Belajar Nilai Nilai Ketaatan lewat Kisah Gideon
- 07 Jun 2026 19:55 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Program Indonesia Layak Anak (IDOLA) yang disiarkan RRI Palu kembali menghadirkan edukasi rohani bagi anak-anak melalui Sekolah Minggu bersama GPPS Palu, Minggu (7/6/2026) pagi . Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter dan nilai-nilai keagamaan bagi anak sejak usia dini.
Dalam kegiatan yang dipandu Marijan dan Made serta diiringi musik oleh Daniel tersebut, anak-anak diajak menyimak kisah Alkitab berjudul 300 Obor Penghancur Raksasa. Cerita tersebut diambil dari kisah kepemimpinan Gideon dalam Kitab Hakim-Hakim.
Made menjelaskan, kisah tersebut menceritakan perjuangan Bangsa Israel yang saat itu berada di bawah tekanan Bangsa Midian. Meski pasukan Midian berjumlah sekitar 135 ribu orang, Tuhan memilih Gideon untuk memimpin Israel menghadapi musuh dengan jumlah pasukan yang jauh lebih sedikit.
Dalam cerita tersebut, Tuhan terlebih dahulu menyeleksi pasukan Gideon yang awalnya berjumlah 32 ribu orang. Mereka yang merasa takut diperintahkan untuk pulang sebelum proses seleksi berikutnya dilakukan. Seleksi kedua dilakukan melalui cara para prajurit meminum air di sungai sesuai petunjuk Tuhan.
“Kisah ini mengajarkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah atau kekuatan manusia, tetapi oleh ketaatan kepada Tuhan,” kata Made.
Dari proses tersebut, hanya 300 orang yang dinilai memenuhi syarat untuk tetap bergabung dalam pasukan Gideon. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan kekuatan pasukan Midian yang mencapai ratusan ribu prajurit. Namun kondisi itu menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh jumlah pasukan yang dimiliki.
Tuhan memberikan strategi unik kepada Gideon dan 300 pasukannya tanpa senjata perang, hanya sangkakala, kendi tanah liat, dan obor. Pada malam hari, mereka mengepung perkemahan musuh lalu meniup sangkakala, memecahkan kendi, dan menyalakan obor secara serentak.
Suara dan cahaya tersebut membuat pasukan Midian panik dan mengira diserang pasukan besar, hingga terjadi kekacauan dan saling serang. Akhirnya, pasukan Midian tercerai-berai dan Gideon meraih kemenangan tanpa kekuatan senjata perang.
Melalui kisah tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya mendengarkan suara Tuhan dan memiliki keberanian serta mengajak anak-anak menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....