Penutupan MTQ Sulteng, Al-Qur'an Harus Hidup di tengah Masyarakat

  • 14 Jun 2026 11:33 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 resmi ditutup Sabtu malam, (13/6/2026). Penutupan berlangsung meriah di Lapangan Likuifaksi, Desa Lolu, Kabupaten Sigi dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah se-Sulawesi Tengah, tokoh agama, dewan hakim, serta seluruh peserta dan kafilah.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Junaidin, S.Ag., MA selaku Koordinator Dewan Hakim menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dimaknai hanya sebagai ajang perlombaan semata. Menurutnya, MTQ merupakan wadah untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat.

"Keberhasilan MTQ tidak boleh diukur hanya dari jumlah medali, piala, bonus, atau peringkat juara. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah sejauh mana nilai-nilai Al-Qur'an semakin hidup di tengah keluarga, lembaga pendidikan, rumah ibadah, ruang publik, dan seluruh sendi kehidupan masyarakat," ujar Junaidin,

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an harus menjadi pedoman moral yang mampu membimbing masyarakat menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. Karena itu, pelaksanaan MTQ diharapkan menjadi momentum memperkuat kecintaan umat terhadap Al-Qur'an.

Selama sepekan pelaksanaan sejak 7 Juni 2026, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai cabang perlombaan. Namun lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar daerah di Sulawesi Tengah.

Dengan berakhirnya MTQ ke-31, seluruh pihak berharap semangat mencintai dan mengamalkan Al-Qur'an terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....