Menyatukan 30 Karakter dalam Satu Visi : Kunci Kebersamaan Marching Band Tadulako
- 31 Mei 2026 13:59 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di balik penampilan yang rapi, harmonisasi musik yang memukau, dan formasi yang terlihat kompak di lapangan, terdapat proses panjang dalam membangun kebersamaan di tubuh Marching Band Tadulako. Dengan sekitar 30 anggota yang berasal dari berbagai fakultas, latar belakang, serta karakter yang berbeda-beda, menjaga kekompakan bukanlah perkara mudah.
Ketua Umum Marching Band Tadulako, Fikra Ananisha, mengungkapkan bahwa menyatukan puluhan individu dengan pola pikir dan kepribadian yang beragam menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan organisasi. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan ketika seluruh anggota memiliki tujuan yang sama dan saling menghargai satu sama lain.
"Setiap anggota memiliki karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, ada yang sangat aktif, ada yang tegas, dan ada yang lebih santai. Tantangan kami adalah bagaimana menyatukan semua perbedaan itu dalam satu visi dan tujuan bersama," ujar Fikra.
Menurutnya, Marching Band Tadulako tidak hanya berfungsi sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi "rumah kedua" bagi para anggotanya. Di tempat inilah mereka belajar memahami perbedaan, membangun komunikasi yang sehat, serta tumbuh bersama dalam suasana kekeluargaan.
"Kami selalu berusaha menciptakan lingkungan yang nyaman. Kami ingin setiap anggota merasa diterima, didengar, dan dihargai. Karena kalau sudah merasa seperti keluarga, maka setiap masalah akan lebih mudah diselesaikan," tambahnya.
Semangat kekeluargaan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang tidak hanya berfokus pada latihan musik dan persiapan penampilan. Salah satu agenda rutin yang selalu dilakukan adalah pertemuan triwulan atau kegiatan "heart to heart", sebuah forum terbuka di mana seluruh anggota dapat berbagi cerita, menyampaikan keluhan, bertukar pikiran, hingga mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bersama.
"Kami biasanya duduk bersama dan berbicara dari hati ke hati. Tidak selalu tentang organisasi, kadang juga tentang kehidupan pribadi, kuliah, atau tantangan yang sedang dihadapi. Dari situ kami belajar untuk saling memahami dan saling mendukung," jelasnya.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, komitmen tersebut tentu bukan hal yang mudah. Namun bagi para anggota Marching Band Tadulako, setiap tetes keringat yang dikeluarkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berharga. Mereka tidak hanya belajar memainkan alat musik atau membentuk formasi yang sempurna, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan pengendalian ego.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....