Tabuh Gimba, Kepala MAN 1 Palu Buka Kegiatan Ujian Praktik Seni Budaya 2026

  • 04 Jun 2026 21:24 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Pembukaan ujian praktik seni budaya tahun pelajaran 2025/2026 di MAN 1 Kota Palu, Rabu (3/6/2026), ditandai dengan menabuh Gimba. Kegiatan ini menjadi simbol pelestarian budaya lokal sekaligus bentuk dukungan madrasah terhadap pengembangan potensi seni peserta didik, serta bagian dari evaluasi pembelajaran Seni Budaya yang telah diikuti siswa selama satu semester.

Kepala MAN 1 Kota Palu, Hj. Rusdiana, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan karakter, kreativitas, dan kecerdasan emosional peserta didik melalui seni dan budaya.

"Seni budaya merupakan media yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap seni serta budaya daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan ujian praktik ini juga menjadi momentum untuk menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal Sulawesi Tengah, termasuk melalui penggunaan alat musik tradisional Gimba dalam seremoni pembukaan kegiatan.

Guru Seni Budaya MAN 1 Kota Palu, Sandra Irawati, menjelaskan bahwa ujian praktik dirancang untuk mengukur kemampuan siswa tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga keterampilan dan kreativitas dalam berkesenian.

"Kami memberikan kesempatan kepada siswa untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Melalui ujian praktik ini, siswa belajar bekerja sama, berkreasi, dan menampilkan hasil karya yang memiliki nilai estetika serta makna budaya," katanya.

Pada kegiatan tersebut, siswa kelas X menampilkan berbagai pertunjukan seni tari yang memadukan unsur tradisional dan modern. Penampilan mereka mendapat sambutan meriah dari para guru dan siswa yang hadir. Sementara itu, siswa kelas XI memamerkan hasil karya seni rupa dengan berbagai tema, mulai dari budaya lokal, lingkungan, hingga kehidupan sosial yang dituangkan dalam bentuk lukisan dan karya kreatif lainnya.

Guru Seni Budaya kelas XI, Sudarsono, menilai antusiasme siswa tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, karya yang dihasilkan menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam memahami unsur seni sekaligus mengimplementasikan kreativitas mereka.

"Kami melihat adanya peningkatan kualitas karya siswa dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni budaya mampu menjadi sarana bagi siswa untuk berpikir kreatif dan menghasilkan karya yang bernilai,"ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....