Ketua MUI Kota Palu Soroti Viral Dugaan Tindakan Tidak Pantas Mahasiswa di Jakarta

  • 03 Jun 2026 22:36 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, menyoroti viralnya kasus dugaan tindakan tidak pantas yang melibatkan dua mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Peristiwa tersebut dinilai menjadi momentum evaluasi bagi seluruh institusi pendidikan tinggi untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan karakter mahasiswa.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab membentuk kepribadian, moral, dan akhlak generasi muda. Karena itu, kampus perlu menghadirkan sistem pembinaan yang lebih komprehensif melalui pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pendampingan mahasiswa secara berkelanjutan.

“Peristiwa ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi setiap perguruan tinggi agar lebih meningkatkan pengawasan serta memberikan pembinaan keagamaan dan kerohanian kepada seluruh mahasiswa. Hal ini harapannya dapat mencegah berbagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, akhlak, dan ajaran agama,” ujar Prof. Zainal kepada RRI, Rabu (3/6/2026).

Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menjelaskan, masa perkuliahan merupakan fase penting dalam pembentukan jati diri seseorang. Pada masa tersebut, mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi informasi yang dapat memengaruhi pola pikir maupun perilaku mereka.

Karena itu, ia menilai kampus perlu menghadirkan lingkungan akademik yang sehat melalui kegiatan pembinaan keagamaan, konseling, organisasi kemahasiswaan yang positif, serta penguatan budaya akademik yang menjunjung tinggi etika dan moralitas.

Selain peran perguruan tinggi, Zainal Abidin juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Menurutnya, upaya menjaga nilai-nilai moral tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga pendidikan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Kontrol masyarakat sangat diperlukan. Semua elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak memberikan ruang bagi perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan nilai-nilai sosial untuk berkembang dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam pembentukan karakter anak. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan tetap melakukan pengawasan, pendampingan, dan pembinaan kepada anak-anak mereka meskipun telah memasuki jenjang pendidikan tinggi.

Pendidikan moral dan agama yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif yang berkembang di tengah masyarakat. Lebih lanjut, Ketua MUI Kota Palu tersebut mendorong adanya penguatan regulasi dan tata tertib di lingkungan pendidikan tinggi sebagai langkah preventif untuk menjaga suasana akademik yang kondusif.

“Seluruh pihak, mulai dari kampus, keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat, harus bersinergi dalam membangun generasi muda yang berakhlak, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan moral dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....