Marching Band Tadulako Cetak Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi

  • 31 Mei 2026 13:53 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di balik gemuruh dentuman bass drum, harmonisasi alat musik tiup, dan gerakan barisan yang kompak di lapangan, tersimpan kisah perjuangan dan dedikasi para mahasiswa yang tergabung dalam Marching Band Tadulako. Bagi mereka, organisasi ini bukan sekadar wadah menyalurkan hobi bermusik, melainkan tempat belajar tentang disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan ketangguhan menghadapi berbagai tantangan.

Ketua Umum Marching Band Tadulako, Vikra Anansyah, Sekretaris Umum sahrani, serta Koordinator Divisi Event dan Prestasi, Juniar, menceritakan bagaimana mereka menjalani aktivitas organisasi di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan berbagai tanggung jawab akademik.

Bagi Juniar, kecintaannya terhadap marching band telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Pengalaman bertahun-tahun itulah yang membuatnya tetap bertahan hingga kini sebagai bagian dari Marching Band Tadulako.

"Saya sudah mengenal marching band sejak SMP. Dari awal saya memang menyukai dunia ini. Bagi saya, motivasinya sederhana, yaitu bertahan sampai akhir dan menikmati setiap proses yang dijalani," ujar Juniar.

Menurutnya, latihan marching band tidak hanya melatih kemampuan bermain musik, tetapi juga membentuk mental dan ketahanan fisik. Setiap anggota dituntut untuk mampu menjaga kekompakan, konsentrasi, serta disiplin agar dapat menghasilkan penampilan yang maksimal.

Sementara itu, Ketua Umum Marching Band Tadulako, vikra Anansyah, mengaku ketertarikannya terhadap marching band sudah muncul sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Keinginannya untuk terus mengembangkan minat tersebut akhirnya membawanya bergabung dan aktif hingga dipercaya memimpin organisasi.

"Saya tertarik dengan marching band sejak SD. Saat masuk perguruan tinggi, saya melihat Marching Band Tadulako sebagai tempat yang tepat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman organisasi. Di sini saya belajar banyak hal," katanya.

Menurutnya, menjadi anggota marching band membutuhkan komitmen yang tidak sedikit. Selain harus mengikuti latihan rutin, anggota juga dituntut mampu membagi waktu dengan baik agar prestasi akademik tetap terjaga.

"Tantangan terbesar bagi mahasiswa biasanya adalah membagi waktu antara kuliah, tugas, latihan, dan kegiatan lainnya. Karena itu, manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting," tambahnya.

Bagi mereka, setiap latihan bukan hanya tentang menyempurnakan teknik bermain musik atau gerakan barisan, tetapi juga tentang membangun rasa kebersamaan. Hubungan antaranggota yang terjalin selama proses latihan bahkan telah menjadi seperti keluarga kedua yang saling mendukung satu sama lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....