Dua Inovasi Sosial Lahir dari Program Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha
- 29 Mei 2026 20:03 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Program Pendanaan Wirausaha Mahasiswa (P2MW) dan dukungan korporasi, berhasil melahirkan dua inovasi sosial yang berfokus pada kelestarian lingkungan dan keadilan sosial, yakni Trash Boom dan model bisnis penyelamatan makanan berlebih.
Rahmad Hidayat, Ketua Organisasi Trust Ranger Sulawesi Tengah sekaligus Mahasiswa Berprestasi Universitas Tadulako saat hadir di PRO 2 RRI Palu mengatakan, Inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat tidak harus selalu lahir dari teknologi yang rumit, melainkan dari kepekaan melihat masalah di lingkungan sekitar.
Inovasi pertama, Trash Boom, lahir dari keresahan ketika melihat banyaknya bibit mangrove yang rusak akibat hantaman sampah laut di pesisir Pantai Kampung Nelayan. Bersama rekan-rekan dari latar belakang teknik, ia merancang alat penyangga sampah terapung yang dimodifikasi dari konsep penghalang sampah sungai di luar negeri agar adaptif dengan arus laut.
"Cara dalam membuat sebuah inovasi itu ada step-stepnya. Pertama, kita harus cari dulu masalah utama, masalah utamanya ini bisa kita observasi dari sekeliling, kayak dari lingkungan terdekat saja dulu," ujarnya.
| Baca juga: Kegagalan Adalah Bagian dari Proses Belajar |
Tidak berhenti di situ, inovasi kedua yang digagas adalah sebuah model bisnis sosial yang berfokus pada penyelamatan makanan berlebih (food rescue) dari perusahaan atau industri kuliner untuk didistribusikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Inovasi orisinal ini bahkan telah resmi terdaftar dalam Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena dinilai sebagai salah satu pionir gerakan keadilan pangan di Indonesia.
Dalam proses eksekusinya, mereka menekankan pentingnya metode trial and error di lapangan, mengingat teori di atas kertas sering kali berbeda dengan realitas sesungguhnya.
"Bisa jadi ide yang telah kita buat di atas kertas itu tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Jadi, kita harus trial and error," jelasnya.
Melalui gerakan-gerakan kecil yang konsisten ini, Rahmad berharap dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa di Kota Palu untuk mulai menciptakan solusi-solusi kreatif yang langsung menyentuh akar permasalahan di masyarakat,.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....