BMA Perkuat Peran Lembaga Adat di Sulteng
- 15 Mei 2026 18:16 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pengembangan lembaga adat di Sulawesi Tengah terus menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dalam menjaga kelestarian budaya dan memperkuat peran adat di tengah perkembangan zaman. Badan Musyawarah Adat (BMA) Sulawesi Tengah menilai tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memperkuat sinergi antara lembaga adat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum agar nilai-nilai adat tetap berjalan seiring dengan aturan hukum negara.
Ketua Badan Musyawarah Adat Sulawesi Tengah Dr. Drs. Mulyadin Malik. M.Si., CIGS. mengatakan, lembaga adat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial di masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, masih diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para pengurus adat di tingkat desa dan kelurahan, agar memahami aspek hukum dan tata kelola kelembagaan yang baik.
Menurutnya, kolaborasi dengan aparat penegak hukum menjadi salah satu fokus utama yang perlu diperkuat. Pelatihan mengenai hukum adat, mediasi, hingga pemahaman regulasi dinilai penting agar penyelesaian persoalan di masyarakat dapat dilakukan secara bijaksana dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
“Kami berharap ada pelatihan berkelanjutan bagi SDM adat sehingga mereka memahami aturan hukum sekaligus mampu menjaga nilai-nilai budaya lokal. Sinergi antara lembaga adat dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis,” ujar Ketua BMA Sulawesi Tengah saat dialog di Pro 4 RRI Palu.
Selain itu, BMA juga menilai sosialisasi mengenai peraturan daerah dan peraturan gubernur tentang pemajuan kebudayaan masih perlu diperluas, terutama kepada generasi muda. Hal ini dianggap penting agar anak-anak muda tidak kehilangan jati diri budaya di tengah pengaruh modernisasi dan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat.
Sebagai langkah nyata, BMA Sulawesi Tengah berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memasukkan materi adat dan budaya lokal ke lingkungan sekolah. Program tersebut diharapkan dapat mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini kepada para pelajar, sehingga adat tidak hanya dikenal sebagai simbol seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
BMA juga tengah menyiapkan program “generasi muda inovatif terkait adat” yang bertujuan mendorong anak muda lebih aktif dalam pelestarian budaya. Dengan begitu BMA berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang lebih maksimal, baik dalam bentuk fasilitas maupun anggaran operasional bagi lembaga adat. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur kelembagaan adat mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan agar pembinaan budaya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....