BMA FKPA Dorong Visi Sulteng Nambaso Berbasis Budaya Adat

  • 30 Apr 2026 14:01 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Upaya mewujudkan visi Sulawesi Tengah “Nambaso” terus diperkuat melalui pendekatan berbasis budaya dan adat. Badan Musyawarah Adat (BMA) bersama Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) mengambil peran strategis dalam memastikan nilai-nilai kearifan lokal menjadi fondasi pembangunan daerah.

Konsep “Nambaso” yang mencerminkan Nyata, Adil, Maju, Berbudaya, Amanah, Sejahtera, dan Optimis dinilai tidak dapat dipisahkan dari kekuatan adat yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, BMA dan FKPA mendorong integrasi budaya dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga tata kelola sosial.

Ketua Umum BMA Sulawesi Tengah, Dr. Drs. Mulyadin Malik Tandagimpu, dalam dialog program Tesa To Kaili yang digelar melalui Zoom, menegaskan bahwa adat harus menjadi ruh dalam setiap arah pembangunan daerah.

“Kalau kita ingin mewujudkan Nambaso, maka budaya tidak boleh ditempatkan di pinggiran. Adat harus menjadi pusat, menjadi kekuatan yang menggerakkan masyarakat menuju kesejahteraan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, BMA telah menyusun peta jalan budaya hingga tahun 2030 yang berfokus pada pengembangan seni adat, penguatan ekonomi berbasis budaya, serta pembinaan generasi muda sebagai pewaris nilai-nilai tradisi. Program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga identitas daerah.

Selain itu, FKPA turut berperan dalam memperluas jangkauan program dengan melibatkan pemangku adat di berbagai wilayah. Sinergi ini diyakini mampu mempercepat implementasi program budaya secara merata di seluruh Sulawesi Tengah.

Pengembangan ekonomi budaya menjadi salah satu fokus utama, di mana potensi seni, kerajinan, dan tradisi lokal didorong menjadi sumber penghidupan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi strategi menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan jati diri.

Di sisi lain, generasi muda juga menjadi perhatian utama dalam peta jalan tersebut. Melalui berbagai program edukasi dan pelibatan aktif, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mengenal, tetapi juga bangga dan mampu mengembangkan budaya daerahnya.

Dengan langkah terarah dan kolaboratif, BMA dan FKPA optimistis visi “Nambaso” dapat terwujud melalui kekuatan budaya dan adat. Pendekatan ini diyakini menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....