Kejurda Modern Pentathlon Jabar Jadi Penentu Porprov

  • 19 Des 2025 09:53 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Kejuaraan Daerah (Kejurda) Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Barat 2025 digelar di Lintasan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (19/12/2025). Ajang ini berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (20/12/2025) dan menjadi agenda penting dalam pembinaan atlet cabang olahraga baru di Jawa Barat.

Ketua MPI Jawa Barat, Trio Arsefto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan Kejurda MPI Provinsi Jawa Barat yang ketiga kalinya digelar. Namun, Kejurda 2025 memiliki makna berbeda karena dijadikan sebagai tolok ukur utama dalam penentuan atlet yang akan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

“Kegiatan hari ini merupakan kejuaraan daerah Modern Pentathlon Indonesia Provinsi Jawa Barat. Kejurda kali ini berbeda dengan sebelumnya karena menjadi salah satu poin penting untuk menentukan atlet yang akan mengikuti Porprov 2026,” ujar Trio Arsefto,di sela sela Kejurda berlangsung,di Pajajaran kota Bandung.

Baca juga:NPCI Jabar Bekali Atlet Disabilitas Keterampilan Wirausaha Mandiri

Ia mengungkapkan, MPI Jawa Barat sengaja tidak menggelar babak kualifikasi terpisah sebagaimana cabang olahraga lain. Hal itu dilakukan untuk menghindari potensi kerugian bagi kabupaten dan kota yang telah melakukan pembinaan atlet secara serius.

“Kami ini cabang olahraga baru. Tahun depan baru Porprov pertama yang medalinya dihitung. Kami tidak ingin merugikan kabupaten/kota, karena jika ada babak kualifikasi, pasti ada pengcab atau pengkot yang tereliminasi. Itu yang tidak kami inginkan,” katanya.

Menurut Trio, MPI Jawa Barat saat ini memiliki 15 pengurus cabang, namun hanya 10 pengcab yang aktif dan mengikuti Kejurda 2025. Lima pengcab lainnya dibekukan karena tidak menjalankan pembinaan tahunan, sehingga dinilai merugikan daerah lain yang konsisten membina atlet.

“Dari 15 pengcab yang kami miliki, 10 pengcab ikut bertanding hari ini. Lima pengcab kami bekukan karena tidak memiliki kegiatan pembinaan setiap tahunnya, padahal anggaran sudah diambil,” tegas Trio.

Kejurda ini diikuti sekitar 75 atlet dari 10 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setiap atlet diperbolehkan mengikuti lebih dari satu nomor pertandingan, bergantung pada kemampuan fisik dan daya tahan masing-masing atlet.

“Total atlet yang mengikuti sekitar 75 orang. Satu atlet bisa ikut beberapa nomor, tergantung kekuatan fisiknya. Modern pentathlon ini menuntut atlet menguasai minimal tiga disiplin, yakni renang, lari, dan menembak, serta memiliki endurance yang luar biasa,” jelasnya.

Selain mempertandingkan 12 nomor lomba, Kejurda MPI Jabar 2025 juga dirangkai dengan kegiatan fun dan pengenalan olahraga modern pentathlon. Kegiatan ini menyasar klub-klub renang, atletik, dan menembak sebagai upaya memperluas basis pembinaan.

“Kami juga memperkenalkan modern pentathlon kepada klub-klub renang, atletik, dan penembak. Bahkan kami menjajaki kolaborasi agar ke depan pembinaan bisa dilakukan bersama,” kata Trio.

Trio menegaskan, Kejurda ini sekaligus menjadi tiket bagi seluruh atlet peserta untuk tampil di Porprov Jawa Barat 2026. MPI Jabar memilih tidak mencoret atlet mana pun sebagai bentuk penghargaan atas proses latihan yang telah dijalani.

“Semua atlet yang bertanding hari ini kami nyatakan lolos ke Porprov 2026. Ini pertama kalinya modern pentathlon dipertandingkan secara resmi, dan kami tidak ingin menzolimi atlet yang sudah berlatih dengan luar biasa,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....