Penyakit Hati yang Membinasakan Amal

  • 25 Agt 2026 06:11 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Penyakit hati merupakan salah satu perkara yang perlu diwaspadai oleh setiap Muslim. Di antara berbagai penyakit hati, sifat sombong menjadi salah satu yang sangat berbahaya karena dapat menghancurkan amal kebaikan dan menjauhkan seseorang dari Allah SWT.

Ustaz Irfan Jaya Hafidzahullah, DAI MUI Kabupaten Nunukan menjelaskan, Allah SWT secara tegas tidak menyukai orang-orang yang memiliki sifat sombong. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 23 yang menjelaskan bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan maupun yang mereka tampakkan dan tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.

Menurutnya, kesombongan bukan hanya terlihat dari sikap seseorang yang merasa memiliki kedudukan lebih tinggi, tetapi juga ketika seseorang merasa dirinya lebih baik, lebih suci, atau lebih dekat kepada Allah dibandingkan orang lain.

“Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain,” jelas Ustaz Irfan.

Ia kemudian mengisahkan sebuah peristiwa pada zaman Bani Israil yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam kisah tersebut, terdapat dua orang yang berteman. Salah satunya dikenal sebagai ahli ibadah, sementara yang lainnya merupakan orang yang banyak melakukan kemaksiatan dan belum mau bertaubat.

Suatu ketika, orang yang ahli ibadah bersumpah bahwa temannya yang gemar bermaksiat pasti akan masuk neraka. Ia seolah-olah memastikan nasib seseorang di hadapan Allah SWT. Namun, ketika keduanya meninggal dunia, justru orang yang ahli ibadah tersebut masuk neraka, sedangkan orang yang sebelumnya banyak melakukan maksiat mendapat rahmat Allah.

Menurut Ustaz Irfan, pelajaran penting dari kisah tersebut adalah manusia tidak boleh merasa dirinya lebih baik daripada orang lain ataupun mendahului ketetapan Allah SWT.

“Demi Allah, bahwa si ahli ibadah mengucapkan sesuatu yang menganggap dirinya lebih baik dari orang lain,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak dalam sifat ujub, yaitu merasa kagum terhadap diri sendiri dan amal yang dilakukan. Seseorang yang rajin beribadah sekalipun tetap harus menyadari bahwa kemampuan untuk beribadah merupakan nikmat dan pertolongan dari Allah SWT.

Al-Qur'an juga mengingatkan manusia agar tidak menganggap dirinya suci. Allah SWT lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa.

Ustaz Irfan mencontohkan Iblis sebagai salah satu gambaran nyata bahaya kesombongan. Iblis menolak perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam AS karena merasa dirinya lebih baik.

Padahal, kesombongan tersebut membuat Iblis kehilangan kedudukannya dan menjadikannya sebagai makhluk yang terusir dari rahmat Allah SWT.

“Ribuan tahun Iblis beribadah kepada Allah, tetapi karena sombong, amalannya itu binasa,” ungkapnya.

Karena itu, Ustaz Irfan mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga hati dari sifat sombong dan ujub. Jangan sampai amal ibadah yang dilakukan justru menjadi sebab seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Ia menegaskan bahwa surga merupakan hak mutlak Allah SWT, sehingga manusia tidak boleh memastikan dirinya pasti masuk surga ataupun memastikan orang lain masuk neraka.

“Jangan kita merasa lebih baik dan lebih suci dari orang lain. Surga adalah hak mutlak dari Allah. Jagalah lisan,” pesannya.

Ia berharap umat Islam senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbaiki hati, menerima kebenaran dengan lapang dada, serta menjaga ucapan agar tidak merendahkan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....