Berlomba dalam Kebaikan
- 21 Jun 2026 06:08 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Umat Islam diajak untuk terus berlomba dalam melakukan berbagai kebaikan sebagai bekal kehidupan di dunia maupun di akhirat. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Muamar Kadafi, M.Pd. saat menjadi narasumber acara Mutiara Pagi RRI Nunukan yang dipandu oleh H. M. Ridwan Supangat, S.H.
Dalam pemaparannya, Ustaz Muamar Kadafi menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki waktu hidup yang terbatas sehingga tidak ada alasan untuk menunda berbuat baik.
"Umur manusia itu terbatas. Kita tidak pernah mengetahui kapan Allah SWT memanggil kita kembali. Karena itu, kesempatan hidup yang masih diberikan harus diisi dengan amal saleh dan berbagai bentuk kebaikan," ujarnya.
Ia menyampaikan sedikitnya tiga alasan mengapa seorang muslim harus berlomba dalam kebaikan.
Pertama, karena usia manusia tidaklah kekal. Kesempatan untuk beramal hanya ada selama masih hidup di dunia. Oleh sebab itu, setiap waktu hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang bernilai ibadah.
Kedua, setiap kebaikan yang dilakukan sejatinya akan kembali kepada pelakunya. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT yang artinya, "Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri." Ayat ini mengajarkan bahwa membantu sesama, bersedekah, maupun meringankan beban orang lain pada hakikatnya merupakan investasi kebaikan bagi diri sendiri.
"Ketika kita senang membantu orang lain, sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri. Allah akan membalas setiap amal baik yang kita lakukan," jelasnya.
Alasan ketiga, kebaikan merupakan bekal utama menuju kehidupan akhirat. Amal saleh menjadi satu-satunya teman yang akan menyertai manusia setelah meninggal dunia.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.
Karena itu, umat Islam diingatkan agar berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Selain adanya amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, terdapat pula dosa jariyah yang dampaknya terus berlanjut, seperti menyebarkan ilmu atau ajaran yang menyesatkan dan tidak bermanfaat.
"Kita harus benar-benar menjaga apa yang kita lakukan dan apa yang kita sampaikan kepada orang lain. Jangan sampai justru meninggalkan warisan keburukan yang terus mengalir dosanya," pesannya.
Ustaz Muamar Kadafi juga mengingatkan bahwa berbuat baik tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari pun termasuk amal yang bernilai ibadah.
"Senyum kepada saudara kita juga termasuk kebaikan. Jangan pernah meremehkan amal sekecil apa pun, karena di sisi Allah SWT setiap kebaikan memiliki nilai," tuturnya.
Umat muslim diharapkan semakin termotivasi untuk memperbanyak amal saleh, saling membantu, dan menjaga lisan. Selain itu, masyarakat bisa memanfaatkan setiap kesempatan hidup untuk berlomba dalam kebaikan sebagai bekal terbaik menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....