Memilih Pasangan Bukan Hanya karena Cinta

  • 16 Agt 2026 05:59 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Ketika masih muda, banyak orang memandang pernikahan sebagai puncak dari kisah cinta. Perasaan saling menyukai dianggap cukup untuk membangun kehidupan bersama.

Padahal seiring bertambahnya usia, seseorang mulai menyadari bahwa cinta hanyalah salah satu fondasi, bukan keseluruhan bangunan. Ada hari-hari ketika perasaan sedang menguat, tetapi ada pula masa ketika ujian, kelelahan, dan berbagai tanggung jawab membuat cinta membutuhkan sesuatu yang lebih kokoh agar tetap bertahan.

Memilih pasangan pada akhirnya bukan hanya tentang mencari seseorang yang membuat hati berbunga, tetapi juga mencari teman seperjalanan menuju Allah. Pernikahan bukan sekadar kebersamaan dalam menikmati kebahagiaan dunia, melainkan perjalanan panjang yang dipenuhi berbagai ujian. Akan ada masa sehat dan sakit, lapang dan sempit, berhasil dan gagal. Di tengah semua itu, yang paling dibutuhkan bukan hanya seseorang yang mengatakan, "Aku Mencintaimu," tetapi seseorang yang mengingatkan kita untuk tetap mendekat kepada Allah ketika hidup sedang tidak baik-baik saja.

Pasangan yang baik adalah mereka yang saling membantu dalam kebaikan. Ia mengingatkan ketika kita lalai, menguatkan ketika iman melemah, dan mendoakan ketika kita tidak mampu lagi mengungkapkan isi hati. Ia tidak hanya hadir sebagai teman berbagi cerita, tetapi juga sebagai sahabat yang bersama-sama menjaga salat, menumbuhkan akhlak yang baik, membangun rumah dengan keberkahan, dan saling menguatkan agar tetap istiqamah.

Sebab tujuan pernikahan bukan hanya hidup bersama, tetapi juga bertumbuh bersama dalam ketaatan.

Tentu saja cinta tetap memiliki tempat yang penting. Tanpa kasih sayang, rumah tangga akan terasa kering. Namun cinta yang bertahan bukanlah cinta yang hanya bergantung pada perasaan. Ia dipelihara oleh komitmen, rasa hormat, kesabaran, pengorbanan, dan nilai-nilai yang sama.

Pada akhirnya, kelak kita akan memahami bahwa memilih pasangan berarti memilih seseorang yang akan menemani sebagian besar perjalanan hidup kita. Ia akan menjadi saksi atas tangis dan tawa, atas keberhasilan dan kegagalan, hingga salah satu dari keduanya dipanggil lebih dahulu oleh Allah.

Karena itu, jangan hanya bertanya siapa yang paling membuatmu jatuh cinta hari ini. Tanyakan juga siapa yang paling mungkin menggandeng tanganmu untuk tetap taat, saling menguatkan dalam ibadah, dan bersama-sama berharap dapat dipertemukan kembali di akhirat kelak.

(Sumber: Nasutionbook)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....