Bapenda Sebut Ekonomi Jadi Penyebab Pajak Kendaraan Menunggak

  • 01 Agt 2026 07:05 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • UPT Bapenda Nunukan menyebut kondisi ekonomi menjadi faktor utama keterlambatan pembayaran pajak kendaraan.
  • Rendahnya kesadaran masyarakat juga mempengaruhi kepatuhan membayar pajak tepat waktu.
  • Sebagian masyarakat memilih menunda pembayaran sambil menunggu program pemutihan pajak.

RRI.CO.ID, Nunukan - Kondisi ekonomi menjadi penyebab utama tunggakan pajak kendaraan di Nunukan. Kesadaran wajib pajak juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

UPT Bapenda mengidentifikasi beberapa penyebab keterlambatan pembayaran pajak kendaraan. Faktor ekonomi dan perilaku wajib pajak menjadi perhatian utama. Hal itu disampaikan Kepala UPT Bapenda Kaltara Kelas A Wilayah Nunukan, Samsul, Sabtu (01/08/2026).

"Untuk faktor ekonomi, kondisi ekonomi di Nunukan, masyarakat masih bergantung pada dua komoditas utama, yaitu yang tadi saya sampaikan, rumput laut dan kelapa sawit. Apabila komoditas tersebut harganya tinggi, kondisi ekonomi masyarakat juga ikut membaik," katanya.

Selain ekonomi, tingkat kepatuhan masyarakat membayar pajak masih menjadi tantangan. Sebagian wajib pajak belum menjadikan pembayaran pajak sebagai prioritas.

Kondisi tersebut berdampak terhadap penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di daerah. Bapenda terus mengingatkan masyarakat agar membayar pajak sebelum jatuh tempo.

"Kemudian selanjutnya, kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya membayar pajak tepat waktu. Faktor ini bisa juga karena lupa, bisa juga dari faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomi tadi. Mungkin masyarakat lebih mementingkan hal-hal yang pokok dulu," ujarnya.

Bapenda berharap kepatuhan masyarakat meningkat tanpa menunggu program keringanan pajak. Sosialisasi pembayaran pajak terus dilakukan kepada wajib pajak.

"Kalau kami lihat, kami amati selama ini kecenderungan masyarakat itu menunda, menunggu momen pemutihan. Ketika momen itu ada, tidak juga sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membayar pajak. Jadi nunggu lagi berikutnya, nunggu lagi pemutihan berikutnya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....