Cuaca Ektrem, Penghasilan Nelayan Menurun 30 Persen
- 30 Jul 2026 14:57 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Penghasilan nelayan di Kabupaten Nunukan turun hingga 30 persen dalam dua bulan terakhir. Cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi dan angin kencang mengakibatkan nelayan mengurangi aktivitas melaut demi keselamatan.
Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kabupaten Nunukan dalam dua bulan terakhir berdampak pada aktivitas penangkapan ikan. Banyak nelayan memilih mengurangi frekuensi melaut karena kondisi laut dinilai tidak aman.
Ketua Asosiasi Nelayan Kabupaten Nunukan, Syahril mengatakan, sejak memasuki musim hujan yang disertai angin kencang, nelayan harus menyesuaikan waktu melaut dengan kondisi cuaca. Gelombang tinggi membuat mereka sering membatalkan rencana memasang jaring meski sudah berada di tengah laut.
| Baca juga: Kenali Fenomena El Nino dan Dampaknya |
"Karena musim penghujan jadi kurang ikan. Kadang kami sudah di laut mau pasang jaring, tapi karena cuaca tidak memungkinkan akhirnya tidak jadi, harus menunggu lagi," kata Syahril, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, berkurangnya aktivitas melaut berdampak pada hasil tangkapan nelayan yang menurun. Pendapatan nelayan berkurang sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan saat cuaca normal.
"Pemasukan turun sekitar 20 sampai 30 persen karena kami jadi jarang memasang jaring," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko saat melaut, nelayan terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut dibagikan secara rutin melalui grup WhatsApp yang diikuti para nelayan.
Syahril menegaskan, informasi cuaca menjadi bekal sebelum nelayan memutuskan berangkat ke laut. Apalagi sebagian nelayan di Nunukan harus menempuh perjalanan selama tiga hingga lima hari sebelum kembali ke daratan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....