Waspada! El Nino Mulai Bulan Mei Dengan Status Lemah Moderat
- 24 Apr 2026 12:54 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Status El Nino: BMKG Nunukan mengkonfirmasi kondisi El Nino saat ini masih netral dan diprediksi baru akan mulai menguat pada periode Mei hingga Juli mendatang.
- Musim Kemarau Lokal: Wilayah Pulau Nunukan dan Sebatik telah memasuki musim kemarau sejak Januari lalu yang bersifat periodik sesuai dengan siklus normalnya.
- Estimasi Berakhir: Fenomena kemarau di dua wilayah tersebut diperkirakan akan terus berlangsung setidaknya hingga dasarian kedua atau sekitar tanggal 20 April.
RRI.CO.ID, Nunukan - Masyarakat di wilayah perbatasan perlu bersiap menghadapi fase musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini secara periodik. Kondisi cuaca tersebut menuntut kewaspadaan tinggi terkait ketersediaan sumber air bersih bagi warga di dua pulau utama.
Fenomena perubahan cuaca di wilayah utara Kalimantan menunjukkan adanya pergeseran musim yang memengaruhi aktivitas harian masyarakat setempat. Meskipun ancaman kekeringan mulai terasa, parameter global menunjukkan indikator iklim yang masih dalam kategori cukup stabil. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga.
“Dampak nyatanya untuk El Nino, karena kan belum ya. El Nino-nya saja masih dalam kondisi netral. Karena itu diprediksi dia nanti mulainya di Mei, Juni, Juli menjadi lemah moderat.” katanya.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi kering yang dirasakan warga saat ini murni disebabkan oleh siklus musim kemarau tahunan. Kondisi ini berbeda dengan dampak ekstrem yang biasanya ditimbulkan oleh anomali cuaca berskala besar seperti El Nino.
Pendataan curah hujan di lapangan menunjukkan intensitas yang mulai menurun secara signifikan sejak awal tahun yang lalu. Petugas terus memantau pergerakan awan dan potensi hujan lokal untuk memberikan informasi akurat kepada seluruh masyarakat.
“Tetapi saat ini Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik itu sudah masuk musim kemarau, sesuai dengan normalnya. Nah, untuk Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik mengalami musim kemarau pada Januari kemarin. Dasarian 2. Nah, ini diperkirakan nanti hingga April dasarian 2 ini.” ujarnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah antisipasi guna menjamin pasokan air bersih tidak terganggu selama musim kering. Koordinasi intensif antarlembaga terus diperkuat untuk memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan kekeringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....