Bapenda Ungkap Daya Beli Kendaraan Baru di Nunukan Menurun

  • 10 Jul 2026 06:07 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • UPT Bapenda Nunukan mencatat tren kendaraan bermotor meningkat pada 2024–2025, namun melambat pada 2026.
  • Penurunan daya beli masyarakat diduga dipengaruhi kondisi ekonomi yang belum membaik.
  • Hingga 6 Juli 2026, jumlah kendaraan baru yang tercatat di Nunukan sekitar 13 ribu unit.

RRI.CO.ID, Nunukan - Pertumbuhan kendaraan bermotor di Nunukan melambat pada 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru.

Jumlah kendaraan bermotor meningkat selama 2024 hingga 2025. Pada 2026, pertumbuhannya menunjukkan kecenderungan menurun. Hal itu disampaikan Kepala UPT Bapenda Kelas A Wilayah Nunukan, Samsul, Jum'at (10/07/2026).

“Terkait dengan perkembangan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Nunukan, untuk dua tahun sebelumnya, tahun 2024 dan 2025 cenderung meningkat. Namun pada tahun ini, 2026, kecenderungannya menurun, daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru,” katanya.

UPT Bapenda menilai kondisi ekonomi mempengaruhi minat masyarakat membeli kendaraan baru. Fenomena serupa diperkirakan juga terjadi di wilayah Kalimantan Utara.

Data Bapenda menunjukkan jumlah kendaraan terus bertambah dalam dua tahun terakhir. Namun, laju pertumbuhannya belum menyamai tren tahun-tahun sebelumnya.

“Mungkin hal ini disebabkan keadaan ekonomi masyarakat juga, dan keadaan ekonomi masyarakat itu tidak hanya di Nunukan, sepertinya di wilayah-wilayah Kaltara lain sama, mungkin di seluruh Indonesia, kondisi perekonomian saat ini masih menghadapi tantangan sehingga sangat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru,” ujarnya.

Hingga 6 Juli 2026, jumlah kendaraan baru masih terus bertambah di Kabupaten Nunukan. Data tersebut menjadi dasar pemantauan perkembangan objek pajak kendaraan bermotor.

“Untuk kendaraan baru tahun 2024 itu 60.984 unit. Sedangkan di tahun 2025 jumlah kendaraan baru itu sebanyak 66.543 unit. Sedangkan di tahun 2026 ini per 6 Juli itu lebih kurang 13.000 jumlah kendaraan baru yang masuk ke wilayah Nunukan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....