BPS Nunukan Rekrut 203 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

  • 15 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • BPS merekrut 203 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bekerja selama sekitar 2,5 bulan.
  • Sensus Ekonomi 2026 di Nunukan dilaksanakan secara digital tanpa menggunakan kertas.
  • BPS memastikan kesiapan metodologi, teknologi informasi, dan sumber daya manusia sebelum pendataan dimulai.

RRI.CO.ID, Nunukan - BPS merekrut 203 petugas untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026 di Nunukan. Pencanangan kegiatan tersebut berlangsung di UMKM Center Nunukan, Minggu (14/6/2026).

Sebanyak 203 petugas disiapkan untuk melaksanakan pendataan ekonomi di Kabupaten Nunukan. Mereka akan bertugas selama kurang lebih 2,5 bulan di lapangan. Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara, Mustaqim pada kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026.

“kita rekrut sebanyak kurang lebih 203 petugas yang akan bertugas paling tidak 2,5 bulan. Jadi penyerapan tenaga kerja yang bisa dibantu oleh BPS untuk melakukan penyerapan tenaga kerja itu sebanyak 203 di bulan Juni, Juli dan Agustus nanti. Mudah-mudahan ini juga menjadi pemicu bergeraknya ekonomi di level bawah,” ujarnya.

BPS juga memastikan seluruh tahapan sensus telah dipersiapkan secara matang. Kesiapan tersebut mencakup aspek metodologi, teknologi informasi, hingga manajemen lapangan.

Petugas yang diterjunkan telah mendapatkan pelatihan sebelum menjalankan tugas pendataan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kualitas data yang dikumpulkan.

“kami ingin memastikan dan menegaskan kembali kesiapan dari keseluruhan jajaran di BPS Kabupaten Nunukan khususnya dan di BPS Provinsi Kalimantan Utara

secara umum, baik dari sisi metodologi, infrastruktur teknologi informasi, manajemen lapangan, maupun kesiapan SDM dan petugas yang akan turun ke lapangan,” katanya.

Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan menggunakan sistem pendataan berbasis digital. Petugas akan memanfaatkan perangkat gawai dan aplikasi khusus yang disediakan BPS.

“perlu kami sampaikan bahwa sensus ekonomi 2026 ini nanti kami tidak lagi menggunakan kertas. Jadi sudah sedikit berbeda dengan kegiatan-kegiatan pendataan kita sebelumnya. Kami semua menggunakan fasilitas gadget yang dimiliki oleh petugas dengan aplikasi khusus yang disediakan oleh BPS,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....