SDN 01 Nunukan Apresiasi Program MBG dan Evaluasi Variasi Menu

  • 27 Jul 2026 21:44 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID Nunukan: Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nunukan Timur di SDN 01 Nunukan telah memasuki bulan kedua sejak beroperasi akhir Mei lalu. Secara umum, pelayanan dan distribusi makanan dinilai berjalan lancar, tepat waktu serta memenuhi standar kesehatan.

Kepala Sekolah SDN 01 Nunukan, Hajah Asni menyampaikan bahwa sebanyak 585 penerima manfaat di sekolahnya telah merasakan dampak positif dari program prioritas nasional tersebut. Seluruh warga sekolah mulai dari murid, guru dan tenaga pendidik, hingga petugas kebersihan telah mendapatkan jatah makanan bergizi setiap harinya.

“Kami sudah dua bulan menerima MBG dan menurut saya secara keseluruhan pelayanan dari pengelola sudah baik. Pengantarannya tepat waktu dan sesuai standar,” ujar Hajah Asni saat ditemui di sekolah.

Ia mengungkapkan, kehadiran MBG disambut dengan antusias tinggi oleh para siswa dan staf pengajar. Pasalnya, SDN 01 Nunukan termasuk salah satu sekolah yang sudah cukup lama menantikan realisasi program MBG.

“Anak-anak sangat senang saat menerima MBG, apalagi kami memang sudah menunggu cukup lama hingga akhirnya program ini bisa terealisasi di sekolah kami,” ungkapnya. Senin (27/07/2026).

Terkait daya terima makanan, Hajah Asni menjelaskan bahwa untuk menu lauk utama seperti ayam, anak-anak selalu menghabiskannya. Mengenai keluhan kecil dari anak-anak terkait rasa olahan tahu atau tempe yang terkesan hambar, pihaknya menilai hal tersebut merupakan penyesuaian terhadap standar makanan sehat.

“Mungkin bagi anak-anak rasanya kurang gurih kalau tahu atau tempe digoreng biasa tanpa banyak bumbu. Tetapi kami paham, secara standar itu memang makanan sehat yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang mereka,” jelasnya.

Selain itu, Hajah Asni juga memberikan masukan terkait variasi buah penutup. Menurutnya, siswa berharap ada variasi jenis buah selain semangka yang kerap disajikan. Namun, ia menyadari adanya kendala pasokan buah lokal di wilayah Kabupaten Nunukan.

“Siswa memang ada sedikit keluhan karena buahnya semangka terus. Tentu lebih bagus kalau ada variasi buah lain. Tapi kami juga memaklumi kondisi di Nunukan, karena produksi lokal di sini memang dominan semangka dan melon. Buah jenis lain biasanya harus didatangkan dari luar daerah sehingga harganya lebih mahal,” pungkasnya.

Pihak sekolah berharap koordinasi dan kualitas pelayanan dari pengelola SPPG Nunukan Timur dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga pemerataan gizi anak-anak di Nunukan dapat berjalan berkelanjutan. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....