Bupati Minta Pelaku Usaha Jujur saat Sensus Ekonomi 2026
- 14 Jun 2026 11:10 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Bupati Nunukan mengajak pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026.
- Data sensus akan menjadi dasar penyusunan arah pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan.
- BPS Kalimantan Utara mengerahkan 203 petugas yang telah dilatih dan disebar di 21 kecamatan.
RRI.CO.ID, Nunukan - Bupati Nunukan mengajak pelaku usaha mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pencanangan kegiatan tersebut digelar di UMKM Center Nunukan, Minggu (14/6/2026).
Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan mutakhir. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Bupati Nunukan, Irwan Sabri pada kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026.
“Partisipasi Bapak Ibu sekalian, para pelaku usaha, sangat dibutuhkan untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, valid, dan up-to-date yang dibutuhkan pemerintah untuk menentukan arah pembangunan ekonomi di masa depan,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh pelaku usaha memberikan data yang sebenarnya kepada petugas sensus. Kerahasiaan data yang diberikan dijamin sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dari sensus ekonomi ini, diharapkan dapat diketahui jenis-jenis usaha, jumlah dan skala usaha, serta karakteristik usaha yang ada di Kabupaten Nunukan. Bapak Ibu tidak perlu ragu dan takut untuk memberikan data dengan sebenar-benarnya dan sejujurnya, karena semua akan dijamin kerahasiaannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kalimantan Utara Mustaqim menyiapkan ratusan petugas untuk mendukung pelaksanaan sensus di Nunukan. Mereka akan melakukan pendataan di seluruh wilayah kecamatan sesuai prosedur yang ditetapkan.
“Kegiatan sensus ekonomi 2026 di Kabupaten Nunukan ini melibatkan petugas kurang lebih sebanyak 203 orang petugas tersebar di 21 kecamatan,” kata ujarnya
Petugas sensus akan mulai mendatangi responden sesuai wilayah tugas masing-masing. Mereka telah dibekali pelatihan dan pemahaman teknis sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Petugas-petugas ini adalah petugas-petugas baru yang kita lakukan pelatihan terlebih dahulu, yang kita kumpulkan untuk mendapatkan materi bagaimana mereka harus berwawancara, bagaimana mereka harus mendatangi rumahnya, harus sesuai dengan SOP,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....