BNN Nunukan: Pasokan Narkoba Berkurang, Aparat Penegak Hukum Berhasil

  • 12 Jun 2026 06:40 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • BNN Nunukan menilai pasokan narkoba ke Nunukan mulai berkurang berdasarkan fenomena yang terpantau di lapangan.
  • Pemusnahan barang bukti narkoba disebut sebagai bukti nyata keberhasilan aparat penegak hukum di Nunukan.
  • Sinergi jajaran penegak hukum dinilai berkontribusi signifikan menekan laju peredaran narkoba di wilayah perbatasan.

RRI.CO.ID, Nunukan – BNN Kabupaten Nunukan mencatat tanda positif penurunan pasokan narkoba yang masuk ke wilayah Nunukan. Penilaian ini didasarkan pada fenomena lapangan yang dipantau aparat dalam beberapa waktu terakhir.

Berkurangnya temuan barang bukti skala besar menjadi salah satu indikator yang digunakan BNN dalam mengukur tren peredaran narkoba. Pemusnahan barang bukti yang dilakukan belum lama ini turut dijadikan tolok ukur keberhasilan penindakan. Hal ini disampaikan Kepala BNN Nunukan Anton Suriadi Siagian dalam keterangan kepada RRI Nunukan.

"Nah, fenomena yang terjadi itu tadi kita bisa mengukur bahwa ternyata sudah mulai Nunukan ini berkurang dari segi pemasukan narkoba di Nunukan," katanya, pada Jumat (12/6/2026).

Pemusnahan barang bukti narkoba yang dilaksanakan belum lama ini menjadi momentum penting bagi aparat penegak hukum. Kegiatan itu mencerminkan hasil nyata kerja keras berbagai jajaran dalam memberantas peredaran narkoba di Nunukan.

Kolaborasi antarlembaga penegak hukum disebut menjadi kunci keberhasilan penekanan peredaran narkoba di wilayah perbatasan. Sinergi ini dinilai efektif mempersempit ruang gerak jaringan narkoba yang selama ini memanfaatkan jalur perbatasan Malaysia-Indonesia.

"Tapi walaupun demikian dari fenomena yang kita lihat yang kemarin dari pemusnahan barang bukti itu merupakan keberhasilan. Keberhasilan jajaran aparat penegak hukum," ujarnya.

BNN Nunukan menegaskan upaya pemberantasan narkoba akan terus diintensifkan meski tren pasokan mulai menurun. Kewaspadaan tetap dijaga mengingat Nunukan berada di jalur perbatasan yang rawan dimanfaatkan jaringan narkoba internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....