Dishub Nunukan Pasang Tiang Pancang Demi Lancarkan Mudik Warga Sebatik
- 11 Jun 2026 06:17 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Proyek ini bertujuan mengantisipasi tingginya mobilitas warga Nunukan–Sebatik sepanjang tahun
- Kadishub Nunukan Abdul Munir menekankan pentingnya kelancaran akses pelabuhan bagi kebutuhan dasar dan rujukan kesehatan masyarakat
RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan memasang tiang pancang di Pelabuhan Sungai Jepun untuk memperlancar mobilitas warga. Proyek ini menyasar arus perjalanan masyarakat antara Nunukan dan Pulau Sebatik.
Pemasangan tiang pancang di Pelabuhan Sungai Jepun telah dimulai sejak tahun lalu. Pengerjaan dilakukan untuk mengantisipasi tingginya intensitas kegiatan pelayaran warga setiap harinya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Abdul Munir, dalam keterangan resminya.
"Pemasangan tiang pancang Sungai Jepun sebenarnya sudah mulai tahun lalu dikerjakan karena kegiatan ini ada kegiatan hilir-mudiknya masyarakat, baik masyarakat Nunukan ke Sebatik maupun masyarakat Sebatik yang ke Nunukan," katanya, pada Kamis (11/6/2026)
Pelabuhan Sungai Jepun menjadi jalur vital bagi warga yang melakukan perjalanan rutin lintas pulau. Aktivitas di pelabuhan ini berlangsung hampir sepanjang hari tanpa mengenal hari libur.
Selain mobilitas harian, pelabuhan juga digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sembako dan rujukan medis. Dua kebutuhan mendasar ini menjadikan kelancaran akses pelabuhan sangat krusial bagi masyarakat.
"Kegiatan ini berlangsung hampir sepanjang hari dan sepanjang minggu maupun sepanjang tahun, kegiatan-kegiatan baik kegiatan kerja, maupun kegiatan berupa mencari sembako, gitu kan, masyarakat yang kebutuhannya, juga selain itu nanti juga kebutuhannya yang untuk rujukan rumah sakit," ujarnya.
Dishub Nunukan memastikan seluruh tahapan pembangunan dirancang agar aktivitas masyarakat tidak terhambat. Pelabuhan Sungai Jepun diharapkan mampu melayani semua dimensi kebutuhan warga secara optimal.
"Hal-hal ini yang antisipasi bahwa kegiatan-kegiatan yang menunjang masyarakat, baik sungai jepun maupun mantikas itu yang harus kita antisipasi di pelabuhannya, sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat tidak terhambat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....