Drainase Tak Memadai Perparah Banjir di Pulau Sebatik
- 14 Jul 2026 10:36 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Banjir yang merendam empat kecamatan di Pulau Sebatik pada Senin kemarin dipicu curah hujan tinggi yang bertepatan dengan pasang air laut. Kondisi itu diperparah oleh saluran drainase yang dinilai tidak mampu menampung debit air.
Kasubid Penyelamatan, BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan secara geografis Pulau Sebatik memang termasuk wilayah yang rawan terdampak banjir. Sejumlah kawasan memiliki dataran rendah sehingga air hujan dan air pasang mudah menggenangi permukiman.
"Jadi memang wilayah Sebatik ini agak unik karena berada di wilayah kepulauan. Selain air hujan, banjir juga disebabkan oleh air pasang di wilayah itu," kata Hasanuddin, Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut Hasan menjelaskan, selain faktor alam, kapasitas drainase yang terbatas juga menyebabkan banjir di beberapa titik, terutama di kawasan perkotaan. Salah satu titik yang sering terdampak berada di wilayah Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian instansi terkait agar segera dilakukan pembenahan saluran drainase. Selain itu, masyarakat juga diminta agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air.
"Pembenahan saluran drainase perlu dilakukan karena dengan kondisi sekarang, hujan satu hingga dua jam saja sudah menyebabkan genangan. Artinya, perlu dipikirkan agar drainase bisa berfungsi dengan baik," ujarnya.
Hasanuddin menambahkan, banjir di Pulau Sebatik tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian musiman yang berulang setiap tahun. Perbaikan drainase dan penanganan lingkungan dinilai harus segera dilakukan agar banjir tidak menjadi langganan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....