Untuk Menyamakan Persepsi Kebakaran Hutan dan Lahan, Diselenggarakan Rakor
- 06 Mei 2026 13:07 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan menggelar Rapat Koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Rakor Karhutla) bersama OPD dan TNI-Polri di Nunukan. Asisten satu bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setkab Nunukan Muhammad Amin mengatakan rapat ini diselenggarakan oleh tim koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tingkat Kabupaten Nunukan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja tim pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Kita bicarakan, diskusikan, kemudian mencari solusi supaya bagaimana kedepannya kita bersama-sama untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan ini bisa dilakukan secara efisien dan terpadu oleh karenanya komitmen dari semua unsur yang ada didalamnya, karena didalam unsur ini bukan hanya dari Pemerintah Daerah juga melibatkan dari TNI-Polri, dari Forkopimda”, ucapnya, (6/5/2026).
Muhammad Amin berharap dengan adanya sinergitas ini dapat membangun komitmen bersama untuk bisa melakukan tugas ini sebaik-baiknya, hal ini juga mengedepankan pencegahan atau mitigasi. Apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadi kebakaran hutan dan lahan, seperti beberapa tahun lalu, perlu kesiapsiagaan.
“Oleh karenanya kita perlu kesiapsiagaan atau dari awal kita sudah persiapkan untuk bagaimana penanganan ini supaya kebakaran ini bisa ditangani secara cepat, tidak sampai meluas ke daerah lain, oleh karenanya perlunya komitmen bersama baik ketersediaan sumber daya manusianya maupun sarana prasarana kita sangat harapkan mudah-mudahan kedepan ketersediaan itu bisa terpenuhi terutama di wilayah tiga dan empat”. ujarnya.
Ia menekankan untuk di Pulau Nunukan sarana dan prasarana penanganan karhutla sudah lebih baik dari BPBD Nunukan, Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, kemudian Lembaga Manggala Agni atau brigade pengendali kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, namun untuk wilayah tiga dan empat, perlu perhatian khusus karena masih keterbatasan sarana dan prasarana, dengan harapan dapat mencari solusi sehingga nantinya ketersediaan sarana dan prasarana lebih baik lagi. (DR).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....