BMKG Nunukan Prediksi El Nino Bakal Hantui Perbatasan hingga Desember
- 28 Apr 2026 12:48 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Durasi El Nino: BMKG memprediksi fenomena El Nino akan mulai terasa pada Mei 2026 dan berlangsung hingga akhir tahun dengan intensitas lemah hingga moderat.
- Dampak Per Wilayah: Pulau Sebatik diprediksi mengalami penurunan curah hujan selama tujuh dasarian, sementara wilayah Nunukan akan terdampak selama empat dasarian.
- Wilayah Tiga Lebih Singkat: Untuk wilayah tiga, dampak pengurangan curah hujan diperkirakan hanya terjadi selama dua dasarian atau sekitar 20 hari saja.
RRI.CO.ID, Nunukan - Fenomena alam El Nino diprediksi akan menyelimuti wilayah perbatasan Nunukan dalam waktu yang cukup panjang tahun ini. Kondisi cuaca tersebut menuntut kesiapan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat guna menghadapi potensi kekeringan yang meluas.
Anomali cuaca ini diperkirakan akan memberikan dampak variatif terhadap intensitas curah hujan di setiap kecamatan yang berbeda. Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran pola musim yang perlu diwaspadai oleh sektor pertanian dan penyedia air. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga.
“Nah, untuk kondisi El Nino itu diperkirakan kan tadi dimulainya dari mulai Mei, Juni, Juli, Agustus, Juli, Agustus, September, September, November, Oktober, November, sampai Desember, ya kan? Itu masih lemah moderat itu. Nanti kita update lagi, ya kan?” katanya.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah Kabupaten Nunukan |
Pihak BMKG merinci bahwa setiap wilayah memiliki ketahanan dan durasi dampak kering yang tidak seragam satu sama lain. Sebatik menjadi wilayah yang paling lama terdampak dibandingkan dengan wilayah daratan Nunukan maupun wilayah tiga lainnya.
Analisis data menunjukkan bahwa pengurangan curah hujan akan terjadi secara bertahap mulai memasuki pertengahan tahun. Perhitungan dasarian menjadi acuan utama petugas dalam memetakan hari-hari tanpa hujan yang berpotensi memicu krisis air bersih.
“Kalau sebatik, diperkirakan berkurangnya nanti di Juni dasarian tiga. Ya, Juni ada sepuluh hari di dasar yang tiga, terus Agustus dasar yang dua sampai September dasar yang dua, November dasarian satu, dan Desember dasarian tiga. Jadi, tujuh dasar yang nanti. Itu dimulainya di bulan Agustus.” ujarnya.
Monitoring ketat terus dilakukan guna memastikan akurasi data tetap terjaga seiring dengan perubahan dinamika atmosfer global saat ini. Masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air serta menjaga kebersihan lingkungan dari potensi api selama fase kering.
“Kalau nunukan, itu di bulan Juni ada satu dasarian, ya kan? Di bulan September ada dua dasarian, dan di November ada satu dasarian. Jadi, di nunukan nanti empat nih, empat, empat puluh hari. Untuk wilayah tiga, itu di September satu, dan November satu. Jadi, ada dua puluh hari aja, berdasarkan perkiraan.” katanya.
BMKG Nunukan, William Sinaga, El Nino 2026, Pulau Sebatik, cuaca Nunukan, prakiraan hujan, kekeringan perbatasan, krisis air, info BMKG, dasarian hujan,
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....