BMKG Nunukan Bongkar Metode Ilmiah Ukur Kekuatan Fenomena El Nino
- 20 Apr 2026 06:12 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Standar Indikator Global: BMKG Nunukan menggunakan parameter internasional untuk menentukan kekuatan El Nino, termasuk anomali suhu di Samudera Pasifik.
- Parameter Ilmiah Utama: Penentuan kekuatan fenomena ini mengandalkan nilai indeks Nino 3.4 dan Oceanic Nino Index (ONI) sebagai rujukan teknis.
- Data Tekanan Atmosfer: Selain suhu laut, data Southern Oscillation Index (SOI) dan pelemahan angin pasat menjadi pendukung akurasi pendataan.
RRI.CO.ID, Nunukan - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menggunakan berbagai parameter canggih untuk memantau intensitas El Nino secara akurat. Penjelasan mengenai indikator teknis tersebut menjadi rujukan utama dalam menghadapi dampak perubahan iklim global.
Pemantauan dilakukan secara konsisten melalui jaringan pengamatan atmosfer dan laut di wilayah Pasifik tropis setiap saat. Standar yang digunakan selaras dengan metodologi yang diterapkan oleh berbagai lembaga meteorologi terkemuka di seluruh dunia. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga. Senin (20/04/2026).
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Nunukan Hari Ini |
“Ya, untuk El Nino ini BMKG menggunakan beberapa indikator. Sama dengan lembaga meteorologi lainnya di dunia. Itu adalah seperti anomali suhu di samudera pasifik tropis, ya kan.” katanya.
Penerapan indikator ilmiah sangat krusial untuk menentukan kategori kekuatan fenomena, baik skala lemah, sedang, maupun kuat. Data tersebut menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi mitigasi bencana kekeringan di daerah.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah Kabupaten Nunukan |
Variabel utama yang diamati meliputi fluktuasi suhu permukaan laut serta pergerakan tekanan udara di wilayah ekuator. Seluruh data tersebut diolah secara digital guna memberikan informasi yang presisi bagi masyarakat dan sektor terkait.
“Indikator utamanya adalah nilai indeks menu 3.4. Yaitu anomali suhu muka laut dan Oceanic Nino Index. Didukung oleh data Southern Oscillation Index yang mengukur tekanan atmosfer serta pengamatan pelemahan angin pasat. Demikian.” ujarnya.
Hasil analisis data ini secara rutin dipublikasikan untuk memastikan kesiapan wilayah perbatasan menghadapi potensi cuaca buruk. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan sumber air masyarakat Nunukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....