Fitnah Akhir Zaman, Hilangnya Semangat Memahami Ilmu Agama

  • 22 Apr 2026 06:26 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Fenomena melemahnya semangat umat Islam dalam memahami ilmu agama menjadi salah satu tanda yang patut diwaspadai di era sekarang. Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris MUI Kabupaten Nunukan, Ustaz Anam Azhari saat menjadi narasumber acara Mutiara Pagi RRI Nunukan, yang menyoroti kondisi umat di akhir zaman yang semakin jauh dari pemahaman syariat Islam secara utuh.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan gambaran tentang kondisi umat di akhir zaman. Islam yang dahulu hadir dalam keadaan asing, kelak akan kembali dianggap asing. Fenomena ini, kini semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari saat banyak umat Islam yang belum memahami ajaran agamanya secara menyeluruh.

“Banyak masyarakat yang belum mengerti dan memahami syariat Islam secara utuh. Padahal ini menjadi dasar dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa salah satu tanda kehancuran atau mendekatnya kiamat adalah diangkatnya ilmu. Hal ini terjadi dengan wafatnya para ulama, sementara generasi setelahnya belum sempat mendalami ilmu agama dengan baik.

Dalam aspek ibadah, kondisi ini terlihat dari masih banyaknya umat Islam yang belum menegakkan salat lima waktu secara konsisten. Tidak sedikit yang melaksanakan salat hanya sesekali, bahkan lebih sering meninggalkannya. Begitu pula dengan kewajiban zakat dan puasa yang kerap diabaikan karena kurangnya pemahaman.

“Ilmu adalah tonggak keimanan. Kuat atau lemahnya iman seseorang sangat dipengaruhi oleh sejauh mana ia memahami ilmu agama,” jelasnya.

Sementara dalam aspek muamalah, ia menyoroti praktik riba yang masih marak terjadi di tengah masyarakat, meskipun telah jelas dilarang dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surah Ali Imran ayat 130. Kurangnya pemahaman membuat sebagian orang menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa, padahal termasuk dosa besar.

Ia juga menyinggung persoalan dalam rumah tangga, seperti ketidaktahuan tentang hukum talak dan masa iddah. Ketidaktahuan ini dapat berujung pada pelanggaran syariat, bahkan berpotensi menimbulkan dosa besar karena hubungan yang tidak lagi sah secara agama.

Lebih lanjut, ia menyayangkan fenomena saat banyak orang menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang S1 dan S2, namun minim dalam mempelajari ilmu agama. Kondisi ini dinilai sebagai ironi, karena kehidupan dunia lebih diprioritaskan dibandingkan persiapan untuk akhirat.

“Seakan-akan kita dituntut mengejar dunia, sementara bekal untuk akhirat kita biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa salah satu tanda kehancuran adalah ketika manusia semakin bersemangat mengejar dunia, namun semakin jauh dari Allah SWT. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam untuk kembali menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu agama.

“Syariat Islam berisi perintah dan larangan. Maka wajib bagi kita untuk memahaminya secara utuh. Kuncinya adalah belajar,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....