Kalimat yang Wajib Diucapkan Muslim Setiap Hari

  • 20 Apr 2026 07:12 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Dalam tradisi Islam, kata-kata bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bentuk ibadah yang mampu mengubah frekuensi spiritual seseorang. Penggunaan kalimat-kalimat pujian kepada Allah, atau yang dikenal sebagai Kalimat Thayyibah, kini semakin dipandang bukan hanya sebagai ritual lisan, melainkan sebagai fondasi kesehatan mental dan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk dunia modern. Sejumlah ulama dan praktisi spiritual menekankan bahwa terdapat beberapa kalimat kunci yang semestinya menjadi "napas" bagi setiap Muslim setiap harinya. Kalimat-kalimat ini diyakini mampu menjaga koneksi antara hamba dan Sang Pencipta, sekaligus menjadi tameng moral dalam berinteraksi dengan sesama.

Menurut Ustaz H. Darsan Ahmad Were, S.Pd.I, dalam acara Mutiara Pagi RRI Nunukan Senin, 20 April 2026, menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah (kalimat yang baik).

"Lisan yang basah dengan zikir laksana taman yang terus disirami; ia akan selalu segar dan memberi keteduhan bagi pemiliknya maupun orang di sekitarnya."

Menurutnya, ada beberapa kalimat kunci yang sebaiknya tidak pernah lepas dari bibir seorang Muslim untuk menjaga koneksi spiritual dengan Sang Pencipta.

1. Basmalah (Bismillahir-rahmanir-rahim)

Makna: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Ini adalah kalimat pembuka tabir keberkahan. Mengucapkan Basmalah sebelum makan, bekerja, atau belajar berfungsi sebagai pengingat bahwa segala kekuatan berasal dari Tuhan. Tanpa menyebut nama-Nya, sebuah amal dianggap "terputus" nilai spiritualnya.

2. Hamdalah (Alhamdulillah)

Makna: "Segala puji bagi Allah."

Kalimat ini adalah inti dari rasa syukur. Dalam psikologi Islam, rutin mengucapkan Alhamdulillah melatih otak untuk fokus pada apa yang kita miliki, bukan pada apa yang hilang. Ini adalah "obat" alami untuk mengatasi rasa cemas dan tidak puas.

3. Istighfar (Astaghfirullah)

Makna: "Aku memohon ampun kepada Allah."

Manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Istighfar bukan hanya diucapkan saat berbuat dosa besar, tapi juga sebagai pembersih hati dari noda-noda kecil egoisme dan kesombongan. Selain itu, dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Istighfar adalah kunci pembuka pintu rezeki dan solusi dari kesempitan.

4. Tasbih & Tahmid (Subhanallah wal-Hamdulillah)

Makna: "Maha Suci Allah dan Segala Puji bagi Allah."

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dua kalimat ini ringan di lidah namun sangat berat di timbangan amal. Mengucapkan Subhanallah membantu seseorang tetap rendah hati dengan mengakui kesempurnaan Sang Pencipta dan keterbatasan diri sendiri.

5. Hauqalah (La hawla wala quwwata illa billah)

Makna: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah."

Dikenal sebagai salah satu simpanan surga (kanzun min kunuzil jannah), kalimat ini diucapkan terutama saat kita merasa lelah, menghadapi tantangan berat, atau butuh motivasi ekstra. Ini adalah pernyataan penyerahan diri (tawakkal) yang total.

Ustaz H. Darsan Ahmad Were berpesan agar umat Islam tidak membiarkan lisan mereka "kering" dari mengingat Allah.

"Basahi lidah kita dengan dzikir. Jika lisan sudah terbiasa mengucapkan yang baik, maka hati akan tenang, dan perilaku pun akan ikut terjaga. Jadikan kalimat-kalimat ini sebagai napas harian kita,"

Membiasakan kalimat-kalimat ini tidak butuh waktu lama, namun dampaknya terhadap kesehatan mental dan kualitas spiritual seseorang sangatlah signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....