Puluhan Karhutla di Nunukan Diduga Disengaja
- 13 Apr 2026 17:15 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Puluhan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, diduga terjadi akibat aktivitas pembakaran yang disengaja oleh warga. Hal ini dilakukan untuk membuka lahan perkebunan dan pertanian secara cepat dan murah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menilai kebiasaan tersebut menyebabkan terjadinya karhutla dalam beberapa waktu terakhir. Kebakaran ini diperparah oleh cuaca panas dan musim kemarau yang mengakibatkan api cepat meluas.
Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, menyayangkan masih adanya masyarakat yang melakukan pembakaran lahan tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, beberapa kasus yang ditemukan, api yang awalnya kecil berujung tak terkendali, sehingga ditinggalkan oleh pemilik.
"Hampir sebagian besar disebabkan oleh unsur warga yang membakar, memang awalnya terkendali, namun kalau ada angin kencang, warga tidak bisa lagi mengendalikan," kata Hasan, Senin (13/4/2026).
Menurut Hasanuddin, saat pemadaman dilakukan, pihaknya juga menghadapi berbagai kendala. Salah satunya akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.
Selain medan berat, keterbatasan sumber air bersih juga menyulitkan tim dalam melakukan pemadaman. Ia menilai, musim kemarau saat ini mengakibatkan ketersediaan air terbatas.
”Terutama kemarin di Tanjung Cantik itu, kita kesulitan karena medannya susah dan air juga terbatas,” ujarnya.
Hasan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu dikarenakan cuaca panas membuat potensi kebakaran semakin tinggi dan sulit dikendalikan.
Hasanuddin menambahkan, kebakaran lahan tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar. Api yang meluas berpotensi merusak kebun milik warga lain dan memicu konflik sosial.
”Kita juga terus koordinasi dengan teman-teman kepolisian untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” ujar Hasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....