Pendidikan Anak PMI Terjamin, Puluhan Siswa Repatriasi Lanjut SMA di Nunukan

  • 16 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara wilayah Nunukan memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tahun ini, sebanyak 25 siswa repatriasi akan melanjutkan pendidikan di SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Nunukan.

Puluhan siswa tersebut merupakan anak PMI yang sebelumnya tinggal bersama orang tuanya di Malaysia. Mereka memilih melanjutkan pendidikan di Nunukan karena lokasinya lebih dekat dan mudah dijangkau dari wilayah perbatasan.

Kepala Cabang Disdikbud Kalimantan Utara wilayah Nunukan, Mahfuz, mengatakan para siswa repatriasi itu ditempatkan di sejumlah sekolah yang memiliki fasilitas asrama. Program tersebut hanya diberikan kepada siswa yang telah lolos seleksi yang dilakukan oleh kementerian.

"Itu mereka kan tinggal di asrama, jadi yang dapat program itu hanya sekolah yang punya asrama dan semua pembiayaan ditanggung oleh kementerian, itu khusus bagi anak pekerja migran yang sudah melalui tahap seleksi," kata Mahfuz, Selasa (16/6/2026).

Selain mendapatkan tempat tinggal, seluruh kebutuhan pendidikan peserta program ini juga ditanggung pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan anak-anak pekerja migran tetap memperoleh akses pendidikan yang layak meski orang tua mereka bekerja di luar negeri.

Sementara itu, anak PMI yang belum lolos dalam program repatriasi tetap memiliki kesempatan melanjutkan sekolah di Nunukan. Mereka dapat mendaftar melalui jalur reguler sesuai mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru yang berlaku.

"Jadi, mereka tetap mendaftar online juga dan sebelumnya masing-masing sekolah swasta itu sudah melakukan sosialisasi ke tempat orang tua mereka bekerja. Kalau yang SMK negeri tidak ada masalah menampung di luar daripada repatriasi sepanjang kuota mereka masih ada," ujarnya.

Mahfuz menjelaskan sejumlah sekolah swasta telah aktif melakukan sosialisasi kepada keluarga PMI di Malaysia setiap menjelang tahun ajaran baru. Hal ini dilakukan agar anak-anak pekerja migran memiliki informasi yang cukup terkait pilihan sekolah yang tersedia di Nunukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....