Pertumbuhan Penduduk Jadi Tantangan Menjaga Ketersediaan Air Bersih di Nunukan

  • 07 Apr 2026 18:14 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Nunukan menjadi tantangan tersendiri bagi Perumda Air Minum Tirta Taka dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kondisi ini mendorong bertambahnya jumlah pelanggan dan meningkatnya kebutuhan air bersih secara signifikan.

Pertumbuhan jumlah penduduk disebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu krisis air bersih, terutama saat musim kemarau. Pasalnya, pertumbuhan pelanggan tidak diimbangi dengan kapasitas daya tampung embung yang masih terbatas.

Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Achmad Sutrisno, menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk turut memengaruhi ketersediaan air bersih. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan daya tampung, sementara jumlah embung yang ada belum mampu mengimbangi kebutuhan air masyarakat.

"Ketersediaan air baku yang terbatas ini juga dipengaruhi oleh pertumbuhan populasi penduduk, sementara tidak diimbangi dengan jumlah embung yang ada,” ujar Achmad Sutrisno, Selasa (7/4/2026).

Menurut Achmad, pemanfaatan sumber air dari sungai dinilai dapat menjadi salah satu upaya dalam menjaga ketersediaan air di embung. Namun, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan karena pengelolaan sumber air dan infrastruktur pendukungnya berada dalam kewenangan berbagai pihak yang memerlukan sinergi lintas sektor.

"Kalau potensi sungai yang ada bisa dimanfaatkan untuk penyaluran air baku, saya yakin kita dapat melewati krisis air saat musim kemarau,” katanya.

Meski demikian, pengerukan embung menjadi solusi utama untuk meningkatkan kapasitas tampung agar mampu menjaga ketersediaan air bersih, terutama saat musim kemarau melanda. Upaya ini dinilai lebih efektif dibandingkan menambah embung baru yang cukup sulit untuk direalisasikan, terutama pada proses pembebasan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....