Pasca Idulfitri, Harga Cabai Rawit di Nunukan Mulai Berangsur Turun
- 02 Apr 2026 19:01 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Harga cabai rawit di Kabupaten Nunukan mulai berangsur turun setelah sempat melonjak tajam saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Dari harga sebelumnya mencapai Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp90.000 per kilogram.
Lonjakan harga dipicu oleh keterbatasan pasokan dari daerah asal yang dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat saat momen Lebaran. Kondisi tersebut membuat harga jual cabai rawit ke daerah menjadi lebih mahal.
Salah seorang pedagang di Pasar Inhutani Nunukan, Ari, menyebut bahwa harga jual cabai rawit dari daerah asal naik akibat pasokan yang terbatas. Hal ini menyebabkan harga di pasaran sempat melonjak tajam selama momen Lebaran.
“Memang harga di Sulawesi juga naik karena pasokan kurang dan kebutuhan masyarakat meningkat saat Lebaran,” ujar Ari, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, lonjakan harga juga dipengaruhi oleh kapal pengangkut bahan pokok yang sempat menjalani docking selama Lebaran. Hal ini berdampak pada ketersediaan pasokan dan mendorong kenaikan harga cabai rawit di pasaran.
“Kapal juga sempat docking saat Lebaran, sehingga pasokan barang berkurang dan harga otomatis naik,” ucapnya.
Meski demikian, saat ini harga cabai rawit mulai turun, meski belum mencapai di harga normal. Penurunan harga terjadi seiring distribusi kembali lancar dan pasokan dari daerah asal yang perlahan pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....