BPS Ungkap Ekonomi Nunukan Lebih Ditopang Ekspor Impor
- 01 Apr 2026 06:09 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Konsumsi rumah tangga di Nunukan tumbuh 7,16 persen pada 2025. Namun struktur ekonomi daerah lebih dipengaruhi aktivitas ekspor dan impor.
BPS mencatat konsumsi rumah tangga menjadi salah satu komponen dalam pembentukan ekonomi daerah. Namun kontribusinya di Nunukan tidak sebesar di tingkat nasional. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien. Rabu (01/04/2026).
“Ya, saya kira kalau kita lihat nasional, Bang, konsumsi rumah tangga ini hampir 56 persen. Nah, kalau kita lihat di nunukan, hanya 7 persen. Nah, artinya apa? Artinya kita ini dinominasi bukan oleh konsumsi rumah tangga, tapi kita didominasi oleh ekspor impor. Kalau ekonomi itu kan rumusnya Y sama dengan C tambah I tambah G plus X kurangnya M,” katanya.
Dalam teori ekonomi makro, konsumsi rumah tangga menjadi komponen utama pembentuk produk domestik. Komponen lainnya meliputi investasi, belanja pemerintah, serta ekspor dan impor. Di tingkat nasional, konsumsi rumah tangga biasanya menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Aktivitas konsumsi masyarakat mendorong perputaran barang dan jasa di berbagai sektor.
“Nah, kalau di nasional Indonesia, C itu yang paling besar, konsumsi rumah tangga. Jadi makanya kalau konsumsi rumah tangga ini, ya gimana? Semakin banyak orang konsumsi, semakin banyak orang melakukan aktivitas, ya terjadi ekonominya,” ujarnya.
BPS menilai karakter ekonomi Nunukan berbeda dengan pola nasional. Aktivitas perdagangan lintas batas turut mempengaruhi struktur ekonomi daerah.
“Nah, kita nggak. Kita beda. Kita beda dengan nasional. Kita dalam sektor ekspor impor. Nah, ini juga yang saya kira menarik untuk di nunukan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....