BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem Ancam Ketersediaan Air Bersih di Nunukan
- 13 Mar 2026 14:50 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Penurunan curah hujan di bawah normal mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan. Kondisi cuaca ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama menurut analisis terkini dari stasiun meteorologi setempat.
Fenomena alam tersebut berdampak langsung pada menyusutnya debit air sungai dan sumur gali milik warga secara signifikan. Pihak otoritas terkait meminta warga mulai melakukan penghematan penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga. Jumat (13/03/2026).
"Ya, kalau untuk potensi penurunan curah hujannya jelas kita kan tadi disampaikan bahwa musim kemarau ini di bawah normal," katanya.
Sektor air bersih menjadi layanan yang paling rentan terganggu akibat anomali cuaca yang terjadi pada tahun ini. Penurunan intensitas hujan yang drastis mengakibatkan pengisian cadangan air tanah tidak berjalan secara optimal seperti tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut juga memicu risiko gagal panen bagi petani yang sangat bergantung pada sistem irigasi tadah hujan. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan guna mencegah krisis air yang lebih parah di tengah masyarakat perbatasan.
"Jadi tentu saja mengalami penurunan curah hujan tentu saja menurunkan juga ketersediaan air itu," ujarnya.
BMKG Nunukan mengingatkan masyarakat agar mulai mengantisipasi potensi kekurangan air dengan menghemat penggunaan air bersih. Informasi perkembangan cuaca akan terus diperbarui melalui layanan informasi BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....