BMKG Prediksi Curah Hujan di Nunukan Menurun Mulai Juni, Waspada Potensi Karhutla
- 30 Apr 2026 13:50 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Nunukan memprediksi adanya peningkatan curah hujan di wilayah Nunukan pada Mei mendatang. Kendati demikian, intensitas hujan diprediksi kembali menurun pada periode Juni hingga September 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Nunukan, William Sinaga, dalam dialog Kentongan bertajuk "Kemarau Tiba, Nunukan Siaga Karhutla" di Studio Pro 1 RRI, Kamis (30/4/2026). William menjelaskan bahwa saat ini kondisi di Pulau Nunukan dan Sebatik sedang mengalami curah hujan rendah yang berdampak pada berkurangnya persediaan air.
"Kekeringan ini berkaitan erat dengan jumlah curah hujan. Seperti kita ketahui, Pulau Nunukan dan Sebatik mengalami penurunan curah hujan. Berdasarkan data hingga April ini, kondisinya masih masuk kategori kemarau," ujarnya.
Meskipun Mei diprediksi akan mengalami sedikit peningkatan curah hujan, William mengingatkan bahwa kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Tren penurunan hujan akan kembali terjadi pada bulan-bulan berikutnya, yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Bulan Mei diprediksi ada peningkatan curah hujan, namun akan menurun lagi sekitar Juni, Agustus, dan September. Inilah yang perlu diwaspadai terkait potensi karhutlanya," jelas William.
Terkait kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat cuaca panas terik karena api akan sangat mudah merambat dan meluas.
"Jika panas terjadi berhari-hari, masyarakat diimbau waspada dan tidak melakukan pembakaran. Dalam kondisi kering, api bisa menyebar dengan sangat cepat," ucapnya tegas.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatat bahwa karhutla menjadi bencana yang paling mendominasi sepanjang tahun ini. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 17 kasus karhutla telah terjadi di berbagai titik di wilayah Nunukan.
Meski frekuensi kejadian cukup tinggi, pihak BPBD menjelaskan bahwa skala kebakaran sejauh ini cenderung kecil sehingga belum mengganggu aktivitas harian masyarakat secara signifikan. Walau demikian, BPBD memastikan upaya pemantauan dan penanganan di lapangan tetap dilakukan secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....