BPS Sebut Ketergantungan Pasokan Picu Inflasi Komoditas

  • 07 Mar 2026 09:41 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kenaikan ikan dan cabai dinilai akibat ketergantungan pasokan. Pola ini terus berulang setiap periode musiman.

Komoditas ikan dan cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Nunukan. Kondisi ini berkaitan dengan ketergantungan pasokan dari luar daerah. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, kepada RRI Nunukan.

“Ini sebenarnya isu yang sudah lama. Saya juga sudah lama menyampaikan bahwa kita harus memperbaiki sistem logistik, distribusi, dan supply chain kita. Di sini peran pemerintah daerah penting untuk menambah alternatif-alternatif pasokan, terutama terkait ikan dan komoditas lainnya, termasuk memperbanyak akses kapal yang masuk ke daerah ini,” katanya. Sabtu (07/03/2026).

Ketergantungan pasokan dinilai belum sepenuhnya teratasi. Alternatif sumber distribusi masih terbatas di wilayah perbatasan. Kondisi ini membuat harga mudah bergejolak saat permintaan meningkat. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat berpenghasilan tetap.

“Ini persoalan lama yang harus kita selesaikan bersama. Kalau tidak, kondisinya akan terus berulang. Sebenarnya, apa dampaknya kalau inflasi tinggi? Kalau inflasi tinggi, daya beli kita akan menurun. Harga naik, tetapi pendapatan tetap,” ujarnya.

BPS mengingatkan inflasi tinggi menggerus nilai uang masyarakat. Stabilitas pasokan menjadi kunci menjaga daya beli.

“Harusnya kita bisa membeli tiga gorengan, tetapi karena harga naik, akhirnya hanya bisa membeli dua. Kurang lebih seperti itu gambarannya. Makanya inflasi ini sering disebut sebagai ‘silent killer’. Kalau pendapatan kita tetap, misalnya dua juta rupiah, sementara inflasi terus terjadi hingga 10 tahun ke depan, maka nilai uang kita akan semakin tergerus,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....