BPS Sebut Tambang Dongkrak Kontribusi Ekonomi Nunukan di Kaltara

  • 03 Apr 2026 07:00 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Ekonomi Nunukan menyumbang 26,92 persen terhadap perekonomian Kalimantan Utara. Kontribusi ini menempatkan Nunukan di posisi kedua setelah Tarakan.

BPS mencatat besarnya kontribusi ekonomi Nunukan tidak lepas dari sektor pertambangan. Sektor ini masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien.

“Ya, karena kita masih ada pertambangan, ya? Pertambangannya mau pertambangan besar, pertambangan kecil, pertambangan lain, dan seterusnya. Nah, ini yang masih kita mendominasi. Tapi perlu di ingat, ini kan dia bisa berakhir, ya kan? Bayangkan kalau ini berakhir, pertambangan-pertambangan ini semakin kecil, apalagi sekarang sudah produksi juga semakin kecil, lama-lama semakin kecil, lima, sepuluh tahun lagi, pertambangan hilang, dan pertambangan kita enggak bangkit, jadi itu kembali ke ekonomi kita, bahkan bisa di bawah 2 persen,” katanya. Jumat (03/04/2026).

Ketergantungan terhadap sektor pertambangan dinilai memiliki risiko bagi keberlanjutan ekonomi daerah. Produksi tambang yang terus menurun dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Karena itu, diperlukan upaya diversifikasi sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan. Salah satu sektor yang dinilai potensial adalah pertanian yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Oleh karena itu, saran kami dari BPS, bagaimana sektor pertambangan ini perlu kita shifting ke sektor pertanian yang padat karya. Kalau pertambangan ini kan duitnya banyak, tapi yang berputar juga banyak, tenaga kerja enggak ada, efek sampingnya juga banyak, ya kan,” ujarnya.

BPS menilai transformasi sektor ekonomi penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini juga dapat memperkuat struktur ekonomi daerah ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....