Pengrajin Sesingal Nunukan Hadapi Tantangan Bahan Baku

  • 24 Jan 2026 12:14 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Pengrajin sesingal di Nunukan menghadapi kendala bahan dan teknik pembuatan. Tantangan itu dialami saat proses produksi sesingal tradisional.

Kesulitan produksi muncul akibat keterbatasan bahan pendukung di daerah. Tantangan utama juga terdapat pada teknik perakitan sesingal. Hal ini disampaikan pengrajin sesingal di Desa Binusan, Jumain.

“Sebenarnya tantangannya itu kalau bahannya ya ada juga kesulitan seperti mika soalnya kalau di nunukan ini kan tidak ada alatnya tersedia. Tapi kalau tantangannya untuk membuatnya itu lipatannya,” ucap Jumain, Sabtu (24/01/2026).

Baca Juga: Potensi Air Terjun Binusan Digarap

Sesingal merupakan kerajinan yang dibuat melalui proses lipat dan susun manual. Kerapian hasil akhir sangat bergantung pada ketelitian pengrajin. Proses pelipatan membutuhkan ketepatan agar bentuk tetap simetris dan kuat. Kesalahan lipatan berpengaruh pada kualitas visual produk.

“Karena kita melipat-menyusun, cara merapi lipatannya itu agak supaya rapi, tidak compang-camping. Itu yang agak sulitnya untuk merapikan lipatannya ini,” ucap Jumain.

Meski menghadapi keterbatasan, pengrajin tetap mempertahankan produksi sesingal. Kerajinan ini menjadi bagian dari kreativitas masyarakat Desa Binusan.

Penulis: Fery Herdiansyah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....