Camat Nunukan Soroti Dampak Kepadatan Nunukan Utara
- 10 Jul 2026 06:33 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Data BPS menempatkan Kelurahan Nunukan Utara sebagai wilayah terpadat di Kecamatan Nunukan.
- Kepadatan penduduk memicu persoalan lingkungan, sanitasi, dan kawasan kumuh di wilayah pesisir.
- Pemerintah menyiapkan penataan kawasan melalui grand design dan peningkatan infrastruktur persampahan.
RRI.CO.ID, Nunukan - Kepadatan penduduk di Kelurahan Nunukan Utara memicu persoalan lingkungan dan sanitasi. Camat Nunukan menilai penataan kawasan pesisir menjadi kebutuhan mendesak.
Data BPS mencatat kepadatan Kelurahan Nunukan Utara hampir 19.770 jiwa per kilometer persegi. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Kecamatan Nunukan. Hal itu disampaikan Camat Nunukan, Bau Sahril, Jumat (10/07/2026).
"Kelurahan Nunukan Utara berada sebagian besar di wilayah Inhutani. Luas wilayahnya paling kecil di Kecamatan Nunukan. Kenapa di sana padat? Karena memang di sana pusat perekonomian, area perdagangan, dan juga merupakan daerah pesisir," ujarnya.
Kepadatan penduduk dinilai membawa konsekuensi terhadap kualitas lingkungan permukiman. Kawasan pesisir menjadi wilayah yang menghadapi tantangan penataan paling besar.
Permasalahan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Peningkatan infrastruktur lingkungan dinilai perlu berjalan seiring pertumbuhan kawasan.
"Dampak sekarang yang kita alami tentunya dengan adanya kepadatan seperti itu, permasalahan lingkungan pasti ada. Kepadatan lingkungan, kekumuhan itu pasti ada. Persoalan sanitasi sampai saat ini juga belum terpecahkan," katanya.
Pemerintah bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menyusun rencana penataan kawasan pesisir. Penataan difokuskan pada wilayah Inhutani dan Sungai Bolong.
"Teman-teman Perkim sementara menyusun grand design khusus untuk wilayah Inhutani dan Sungai Bolong, bagaimana kemudian menata wilayah-wilayah yang berada di pesisir. Perekonomian hidup, cuma memang perlu dibarengi juga dengan peningkatan infrastruktur, terutama terkait persampahan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....