Boros di Bulan Ramadan, Ko Bisa?
- 14 Mar 2026 05:42 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Bulan Ramadan atau bulan puasa adalah momen ketika banyak orang, terutama umat muslim, untuk belajar mengendalikan hawa nafsu untuk makan dan minum. Namun mengapa manusia justru berperilaku lebih boros selama bulan Ramadan?
Boros saat menjelang buka puasa adalah fenomena umum, di mana pengeluaran rumah tangga selama Ramadhan bisa meningkat hingga 1 sampai 2 kali lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Kondisi ini sering disebut sebagai Israf (Berlebih-Lebihan) yang berujung pada pemborosan.
| Baca juga: Kerugian di Akhir Ramadan |
Banyak Yang Belanja Takjil Tanpa Daftar, Menyebabkan Pembelian Impulsif.
Ada beberapa alasan kenapa seseorang cenderung boros menjelang buka puasa, seperti: Lapar Mata dan Balas Dendam, Keinginan Buka Puasa yang Spesial, Adanya Tradisi Bukber, Belanja Tanpa Rencana, dan Stok Makanan Berlebih.
Selama bulan Ramadan timbunan sampah masyarakat Indonesia ternyata juga meningkat dibanding bulan-bulan lain. Hal ini didorong oleh tingkat konsumerisme atau belanja yang meningkat alias sikap boros.
Baca Juga: Sejarah Shalat Tarawih dalam Islam
Selama bulan Ramadan, penyaluran pinjaman online (Pinjol) tercatat juga mengalami peningkatan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tren kenaikan pinjol terjadi dalam dua tahun berturut-turut, yakni pada Ramadan 2024 dan 2025, dengan penyaluran yang masih didominasi pendanaan konsumtif.
Untuk menghindari boros, disarankan untuk merencanakan menu, tidak belanja saat lapar, dan fokus pada kesederhanaan berbuka.
(Sumber: Nationalgeographic.co.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....