Tradisi Baju Baru di Lebaran, Apakah Masih Relevan?

  • 27 Mar 2025 14:31 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Umat Muslim di Kabupaten Nunukan mulai mempersiapkan diri secara lahir dan batin menyambut hari raya Idulfitri 1446 Hijriyah. Selain menyiapkan makanan khas lebaran, tradisi memakai baju baru menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan untuk menyambut Idulfitri.

Dwi Arya Ananda, Duta Genre 2024, dalam siaran obrolan Kisah Unik Ramadan (Kurma) di RRI Nunukan, Kamis (27/3/2025) mengatakan tren memakai baju lebaran sangat relevan dengan semangat Idulfitri. Arya juga menyampaikan bahwa dirinya terinspirasi oleh keluarganya, khususnya sang ibu, yang selalu mengikuti perkembangan tren fashion lebaran sejak tahun 2023.

"Relevan banget sih, karena untuk istilahnya kita harus tampil baru, untuk bertamu dan bertemu keluarga kita tampil baik dengan mengapresiasi," ujar Arya

Arya mengatakan ibunya selalu up-to-date dengan tren terbaru melalui media sosial. Sejak tahun 2023, keluarga Arya sudah terbiasa mengenakan baju lebaran yang seragam, dan tahun ini, Arya menantikan apakah ibunya akan mengikuti tren warna burgundy atau cokelat mahogany.

"Mulai dari sage, shimmer di tahun 2024, dan tahun ini menantikan mama apakah mengikuti tren burgundy atau cokelat mahogany, jadi masih belum tahu apakah bulan ini mengikuti tren lagi atau tidak," jelas Arya.

Meskipun setiap orang memiliki selera berbeda, tradisi memakai baju baru pada lebaran tetap membawa kebahagiaan. Bagi Arya, memakai baju baru di hari raya adalah cara untuk mengapresiasi diri atas pencapaian selama bulan Ramadan.

Arya juga mengajak masyarakat Nunukan untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga hubungan baik antar sesama, agar bulan Ramadan tahun ini menjadi lebih bermakna.

“Mari jalin hubungan baik antar sesama, agar Ramadan 2025 lebih bermakna,” tutup Arya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....