Bukan Buah Srikaya, Terbuat dari Apakah Selai Srikaya yang Populer?

  • 29 Jul 2026 07:46 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Saat mendengar nama selai srikaya, banyak orang berpikir bahan utamanya adalah buah srikaya. Padahal, selai klasik khas Nusantara dan Asia Tenggara ini justru terbuat dari campuran santan, telur, gula, dan daun pandan.

Selai ini menawarkan sensasi rasa manis, gurih, serta tekstur creamy yang menjadi pelengkap sempurna untuk roti panggang. Ciri khas utamanya terlihat dari warnanya yang bervariasi, mulai dari kuning pucat, kehijauan, hingga cokelat muda.

Meski variasi modern kerap menambahkan daging buah srikaya asli untuk memberikan sensasi cita rasa yang lebih segar (fruity), versi tradisional tanpa buah tetap menjadi pilihan paling populer karena teksturnya yang lebih konsisten.

Cara Sederhana Membuat Selai Srikaya

Seluruh bahan dimasak menggunakan teknik tim (double boiler) sambil terus diaduk perlahan agar teksturnya halus dan tidak menggumpal. Setelah mengental, adonan dibiarkan hingga memadat membentuk krim sempurna.

Baca Juga : Gejala dan Bahaya Penyakit Kusta, Pentingnya Deteksi Dini

Sejarah Panjang dan Silang Budaya

Terdapat berbagai versi mengenai asal-usul selai srikaya atau yang populer dengan sebutan kaya. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa kaya merupakan selai khas Peranakan di Singapura dan Malaysia yang diadaptasi dari selai telur ala Portugis.

Pada versi adaptasi ini, santan dan daun pandan digunakan untuk menggantikan bahan asli berupa susu dan polong vanila. Ada pula spekulasi bahwa kaya terinspirasi dari hidangan penutup asal Portugis bernama "sericaia", yang terbuat dari telur, gula, susu, dan kayu manis.

Perkembangan kaya sebagai pelengkap roti panggang juga tak lepas dari peran imigran asal Hainan. Ketika tiba di Singapura pada abad ke-19, banyak imigran Hainan bekerja sebagai koki di kapal maupun rumah keluarga Inggris.

Saat persaingan kerja meningkat dan warga Inggris mulai meninggalkan Singapura pada awal abad ke-20, para imigran Hainan mendirikan kedai kopi (kopitiam). Bermodalkan pengalaman memasak untuk warga Eropa, mereka mengadaptasi selai buah gaya Barat menjadi kaya dan menciptakan sajian kaya toast yang terinspirasi dari hidangan sarapan tradisional Inggris.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh sejarawan kuliner Khir Johari. Menurutnya, kaya murni berasal dari tradisi kuliner Melayu dan merupakan bagian dari srikaya—kategori hidangan olahan santan dan telur dalam arti luas.

Johari berpendapat bahwa hidangan Portugis sericaia justru kemungkinan mengambil inspirasi dari serikaya Melayu. Hal ini didasari bukti bahwa serikaya telah menjadi hidangan wajib di lingkungan kerajaan Melayu saat Portugis pertama kali datang pada abad ke-16. Salah satu penyebutan serikaya tertua bahkan ditemukan dalam naskah kuno Cerita Kutai yang diterbitkan sekitar tahun 1620.

(Sumber: dapurumami.com dan nlb.gov.sg)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....