Gejala dan Bahaya Penyakit Kusta, Pentingnya Deteksi Dini

  • 28 Jul 2026 18:33 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala dan bahaya penyakit kusta sejak dini. Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan dapat menyerang kulit serta saraf tepi. Meskipun dapat diobati, kusta masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian.

Gejala kusta dapat terlihat pada perubahan kulit, seperti munculnya bercak berwarna merah atau putih yang tidak gatal, mengkilap, atau kering bersisik. Selain itu, kulit pada area tertentu dapat kehilangan kemampuan untuk berkeringat, disertai kerontokan alis mata, penebalan wajah dan cuping telinga, hingga muncul luka atau lepuh yang tidak terasa nyeri.

Kusta juga dapat menyerang saraf tepi. Gejalanya antara lain nyeri pada saraf, kesemutan, rasa tertusuk-tusuk, serta nyeri pada anggota gerak. Penderita juga dapat mengalami kelemahan pada tangan, kaki, atau kelopak mata, bahkan mengalami kecacatan dan luka yang sulit sembuh apabila penyakit tidak segera ditangani.

Kemenkes menjelaskan, penularan kusta terjadi melalui kontak yang erat dan berlangsung lama dengan penderita yang belum mendapatkan pengobatan. Namun, kusta tidak mudah menular melalui kontak biasa. Karena itu, masyarakat diimbau tidak memberikan stigma atau mengucilkan penderita kusta yang telah mendapatkan pengobatan.

Keterlambatan diagnosis dan pengobatan dapat menimbulkan dampak serius. Selain memperluas penularan, kusta yang tidak ditangani dapat menyebabkan kecacatan permanen, menurunkan produktivitas, serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi penderita dan keluarga. Stigma dari masyarakat juga dapat memperburuk kondisi sosial dan psikologis penderita.

Untuk memastikan diagnosis, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan terhadap tanda-tanda utama kusta, seperti lesi kulit yang mengalami mati rasa, penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi, atau hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan adanya kuman penyebab kusta. Kusta dapat diobati dengan terapi kombinasi obat atau Multi Drug Therapy sesuai klasifikasi dan kondisi penderita.

Kemenkes mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila menemukan bercak kulit yang mati rasa atau gejala lain yang mengarah pada kusta. Deteksi dini dan pengobatan sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah kecacatan serta memutus penularan. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari stigma dan mendukung penderita agar dapat menjalani pengobatan hingga tuntas.(Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....