Kenapa Makanan Eropa Terasa Hambar?

  • 18 Jan 2026 05:09 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Kenapa makanan Eropa terasa hambar? Jawabannya ada pada sejarah rempah. Ratusan tahun lalu, rempah-rempah seperti Lada, Pala, dan Cengkeh itu lebih mahal dari emas. Semua datang dari Asia termasuk Indonesia. Voc berdiri untuk merebut kendali rempah, tapi ironisnya rakyat Eropa biasa tidak bisa menikmati bumbu itu, hanya Bangsawan kaya yang sanggup beli.

Masakan Eropa cenderung menggunakan rempah-rempah yang berbeda dari yang digunakan dalam masakan Indonesia. Seperti rosemary, thyme dan oregano yang asing bagi lidah orang Indonesia. Sedangkan Indonesia, memiliki berbagai macam rempah-rempah seperti cabai, kunyit, jahe, bawang putih dan bawang merah yang memberikan cita rasa khas.

- Makanan Eropa Kaya Akan Rasanya Yang Kompleks.

Rempah Eropa lebih ke arah herbal, sementara rempah Indonesia memberi rasa lebih "Nendang". Lidah orang Indonesia yang terbiasa dengan rasa pedas dan tajam sejak kecil memiliki toleransi yang lebih tinggi, sehingga makanan tanpa bumbu kuat terasa hambar.

Baca Juga: Sejarah Wine: Minuman yang Tercipta Secara Tidak Sengaja

Selain itu, Makanan Eropa sering disajikan dalam porsi yang lebih kecil dan tidak selalu pedas. Serta penggunaan Keju yang merupakan salah satu bahan makanan Eropa yang sangat berbeda dari makanan tradisional Indonesia. Beberapa orang Indonesia mungkin tidak terbiasa dengan rasa keju yang kuat dengan tekstur khasnya.

Bukan berarti makanan Eropa tidak enak, hanya saja standar rasa dan profil bumbunya berbeda dengan lidah orang Indonesia, yang terbiasa dengan kekayaan rempah dan rasa kuat. Rasa "Hambar" atau "Kuat" itu relatif tergantung kebiasaan kuliner seseorang. (Sumber: Monsera.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....