Sejarah Wine: Minuman yang Tercipta Secara Tidak Sengaja
- 12 Jan 2026 09:56 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Sejarah Wine dimulai sekitar 8.000 tahun SMdi Georgia, dan Iran sekitar 7.000 tahun SM. Penemuan ini menunjukkan bahwa wine ditemukan secara tidak sengaja ketika buah anggur liar yang di simpan berfermentasi karena ragi alami pada kulitnya.
Dari Kaukasus, Sejarah wine dengan cepat menyebar ke peradaban di Mesopotamia dan Mesir Kuno. Selain itu, di Mesir, wine di kaitkan dengan status sosial tinggi dan ritual keagamaan, sering di masukkan ke dalam makam Firaun. Wine saat itu di simpan dalam amphora dan produksinya di atur secara ketat.
- Peradaban Klasik memainkan peran penting dalam menyebarkan budaya wine ke seluruh Eropa.
Orang Yunani kuno menjadikan Wine sebagai bagian sentral dari kehidupan sosial dan filosofis mereka, terutama dalam acara yang di sebut Symposium “Pertemuan Minum”. Maka dari itu, mereka sering mengencerkan wine dengan air, karena mereka percaya bahwa minum wine murni adalah barbar.
Kekaisaran Romawi adalah kontributor terbesar dalam ekspansi Sejarah wine ke seluruh benua. Oleh sebab itu, legiun Romawi membawa serta pengetahuan dan kebun anggur ke wilayah yang kini di kenal sebagai Bordeaux, Burgundy, Mosel, dan Rioja.
Baca Juga: Surströmming Makanan Tradisional Swedia
Sejarah wine memasuki babak baru pada abad ke-20. Negara-negara seperti Amerika Serikat (California), Australia, Chile, Argentina, dan Afrika Selatan bangkit sebagai produsen utama. Kawasan New World ini menerapkan teknologi modern dan pendekatan yang lebih eksperimental, menghasilkan wine dengan karakter buah yang lebih kuat dan konsisten.
Setiap botol menyimpan bukan hanya cairan fermentasi, tetapi juga warisan ribuan tahun, tanah tempat anggur tumbuh, dan tangan yang merawatnya. Memahami sejarahnya menambahkan dimensi rasa yang lebih dalam, menghubungkan kita dengan nenek moyang yang dulu juga terpesona oleh keajaiban serupa dalam secawan wine. (Sumber: Guestwines.com)