Cara Tepat Mengatasi Benjolan di Selangkangan Pria

  • 02 Okt 2026 00:36 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Benjolan di area selangkangan merupakan salah satu keluhan kesehatan yang sering kali memicu kekhawatiran bagi kaum pria. Meskipun beberapa kasus tergolong jinak, kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi indikasi adanya masalah medis serius yang memerlukan penanganan segera dari tenaga profesional.

Penyebab kemunculan benjolan ini sangat beragam, mulai dari infeksi ringan pada folikel rambut, pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi menular seksual, hingga hernia. Benjolan akibat hernia umumnya lebih terlihat ketika seseorang berdiri, batuk, mengangkat beban, atau mengejan.

Dalam kondisi tertentu, benjolan dapat mengecil atau masuk kembali ketika berbaring. Namun, apabila benjolan tidak dapat masuk kembali dan disertai rasa nyeri, kondisi tersebut perlu segera diperiksakan karena dapat menjadi tanda komplikasi.

Menurut Kementerian Kesehatan, penanganan benjolan akibat hernia perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Pada hernia yang memerlukan tindakan, pengobatan dapat dilakukan melalui operasi untuk menutup dan memperkuat dinding perut bagian bawah. Kemenkes juga menegaskan, benjolan hernia tidak dianjurkan untuk diurut atau dipijat.

Selain hernia, benjolan di selangkangan juga dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi maupun kondisi medis lainnya. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat. Kemenkes mengimbau masyarakat memeriksakan diri apabila benjolan muncul secara tiba-tiba, menetap, atau semakin membesar.

Untuk membantu mencegah hernia, masyarakat dianjurkan menjaga berat badan, mengonsumsi makanan tinggi serat, serta menghindari aktivitas mengangkat beban yang terlalu berat. Jika menemukan benjolan di selangkangan, terlebih bila disertai nyeri atau tidak dapat masuk kembali saat berbaring, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini. (Sumber: Kemenkes RI).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....