Sayuran yang Bisa Picu Naiknya Asam Lambung
- 24 Sep 2026 19:13 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Mengonsumsi sayuran segar secara rutin sering kali diidentikkan dengan pola hidup sehat guna menjaga fungsi pencernaan dan kebugaran tubuh. Namun, Kemenkes mengingatkan masyarakat khususnya penderita gangguan lambung agar tetap selektif dalam memilih jenis sayuran. Pasalnya, terdapat beberapa jenis sayuran tertentu yang justru berpotensi memicu lonjakan asam lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Sayuran yang memiliki kadar keasaman tinggi atau bersifat sangat asam menjadi salah satu pemicu utama naiknya asam lambung. Jenis sayuran seperti tomat, paprika, dan berbagai olahan berbasis pasta tomat atau saus tomat segar diketahui dapat mengiritasi dinding lambung. Kandungan asam sitrat dan malat di dalamnya membuat sfingter esofagus bawah melemah, sehingga cairan asam lambung mudah naik kembali ke kerongkongan.
Selain sayuran bercitarasa asam, Kemenkes juga menyoroti kelompok sayuran yang mengandung gas tinggi atau senyawa sulfur pekat. Sayuran seperti kol, kubis, brokoli, kembang kol, dan lobak mentah tergolong sulit dicerna dengan cepat oleh lambung yang sensitif. Proses fermentasi sayuran tersebut di dalam saluran pencernaan bagian bawah rentan menghasilkan gas berlebih yang memicu perut kembung, begah, dan tekanan pada lambung.
Dampak buruk serupa juga dapat ditimbulkan oleh jenis sayuran yang memiliki cita rasa sangat pedas atau tajam, seperti cabai rawit dan bawang putih mentah dalam jumlah banyak dan komponen pedas dan tajam tersebut dapat memicu peradangan serta meningkatkan produksi asam lambung secara drastis. Akibatnya, penderita akan merasakan sensasi panas terbakar (heartburn) di bagian dada hingga nyeri ulu hati.
Meskipun demikian, Kemenkes menegaskan bahwa kandungan nutrisi dan serat pada sayuran-sayuran tersebut tetap dibutuhkan oleh tubuh. Solusi utamanya bukanlah menghindari sayuran secara total, melainkan mengubah cara pengolahannya agar lebih ramah bagi lambung. Mengolah sayuran dengan cara direbus matang, dikukus empuk, atau ditumis dengan sedikit minyak jauh lebih disarankan dibandingkan mengonsumsinya dalam keadaan mentah atau berbumbu tajam.
Penderita asam lambung (gerd atau gastritis) juga diimbau untuk memperhatikan porsi dan frekuensi makan sehari-hari. Mengonsumsi sayuran dalam porsi kecil namun sering, serta menghindari rebahan langsung setidaknya satu hingga dua jam setelah makan, merupakan langkah preventif yang sangat efektif untuk menjaga kestabilan sistem pencernaan.
Kemenkes mengajak masyarakat untuk selalu mengenali respons tubuh masing-masing terhadap berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Jika keluhan asam lambung, nyeri perut, atau rasa mual terus berlanjut meskipun sudah mengatur pola makan dan pemilihan sayur, masyarakat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional guna mendapatkan diagnosis yang tepat. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....