Pola Olahraga yang Efektif Tekan Gula Darah
- 21 Sep 2026 19:15 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Menjaga kadar gula darah tetap stabil merupakan kunci utama dalam mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes melitus. Kemenkes menekankan pentingnya menerapkan pola olahraga yang tepat dan teratur sebagai langkah non-farmakologis yang efektif untuk menekan lonjakan gula darah. Aktivitas fisik secara langsung membantu sel-sel otot menyerap glukosa dari aliran darah untuk diubah menjadi energi.
Olahraga yang efektif tidak harus selalu berintensitas tinggi atau menggunakan peralatan berat. Kunci utamanya terletak pada konsistensi dan kombinasi jenis latihan fisik, yaitu menggabungkan antara latihan aerobik berintensitas sedang dengan latihan kekuatan otot. Kombinasi ini terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh secara signifikan.
Latihan aerobik sederhana seperti jalan cepat, bersepeda santai, hingga berenang sangat direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk meluangkan waktu minimal 30 menit per hari atau total 150 menit dalam seminggu. Aktivitas kardio ini efektif membakar kalori sekaligus meningkatkan kelancaran sirkulasi darah ke seluruh jaringan tubuh.
Selain aerobic juga bisa menyelinginya dengan latihan kekuatan atau ketahanan otot. Gerakan sederhana seperti squat, push-up, atau senam kaki diabetes dapat merangsang massa otot agar lebih responsif terhadap hormon insulin. Latihan kekuatan ini cukup dilakukan 2 hingga 3 kali dalam seminggu dengan memberikan jeda hari untuk waktu istirahat otot.
Pola waktu pelaksanaan olahraga juga turut memegang peranan penting dalam menekan kadar gula darah secara optimal. Mengelompokkan aktivitas fisik singkat seperti berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit sesudah makan sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya lonjakan gula darah mendadak (spiking). Kebiasaan kecil ini membantu pemrosesan gula hasil pencernaan makanan menjadi lebih efisien.
Meskipun demikian, Kemenkes mengingatkan masyarakat khususnya penderita diabetes agar selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum mulai berolahraga. Memulai latihan dari intensitas ringan serta secara bertahap menaikkan bebannya adalah pendekatan terbaik guna menghindari cedera fisik atau kondisi penurunan kadar gula darah yang terlalu drastis (hipoglikemia).
Masyarakat juga diimbau untuk mengimbangi aktivitas fisik rutin ini dengan konsumsi pola makan gizi seimbang serta kecukupan asupan cairan. Dengan menerapkan pola olahraga terstruktur dan gaya hidup sehat secara berkelanjutan, risiko komplikasi akibat gula darah tinggi dapat ditekan sedini mungkin. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....