Kuatkan Sistem Kekebalan Tubuh saat Kabut Asap Melanda
- 05 Sep 2026 00:57 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Debu dan kabut asap yang menyelimuti suatu wilayah tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan. Paparan asap dan partikel pencemar dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kemenkes mengingatkan masyarakat agar meningkatkan perlindungan diri ketika kualitas udara memburuk.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menjaga daya tahan tubuh. Kemenkes menyebutkan, semakin lama seseorang terpapar kabut asap dan semakin rendah daya tahan tubuh, maka risiko mengalami gangguan kesehatan juga semakin besar. Karena itu, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta tidak merokok.
| Baca juga: Buah Anggur Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh. |
Asupan cairan juga penting untuk diperhatikan ketika debu atau kabut asap melanda. Masyarakat dianjurkan memperbanyak dan lebih sering minum air putih. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh selama menghadapi lingkungan dengan kualitas udara yang kurang baik.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker atau respirator yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel pencemar. Aktivitas fisik yang terlalu berat di luar ruangan juga sebaiknya dihindari, terutama saat kualitas udara sedang buruk.
Perlindungan juga perlu dilakukan di dalam rumah. Jendela dan pintu dapat ditutup rapat untuk mengurangi masuknya partikel polusi dari luar. Masyarakat juga perlu memastikan makanan dan air minum terlindungi dari paparan polutan, serta mencuci buah dan bahan makanan sebelum dikonsumsi.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung, asma atau gangguan paru kronis perlu mendapatkan perhatian lebih. Kemenkes pada Agustus 2026 kembali menegaskan pentingnya perlindungan ekstra bagi kelompok tersebut di wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dengan menjaga daya tahan tubuh sekaligus mengurangi paparan polusi, masyarakat dapat membantu menekan risiko gangguan kesehatan akibat debu dan kabut asap. Jika muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau gangguan kesehatan yang mengganggu aktivitas, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Lindungi diri, jaga keluarga, dan tetap waspada terhadap kualitas udara di lingkungan sekitar.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....